RI Minta Seluruh Negara Menentang Perampasan Wilayah Palestina

    Marcheilla Ariesta - 05 April 2019 07:31 WIB
    RI Minta Seluruh Negara Menentang Perampasan Wilayah Palestina
    Menlu RI dalam UN Forum on Palestine, di Markas Besar PBB, New York. (Foto: Dok. Kemenlu RI).
    New York: Isu Palestina selalu berada di jantung politik luar negeri Indonesia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, Indonesia akan terus membela Palestina untuk mendapatkan hak-hak mereka, termasuk wilayah.

    "Perampasan atau aneksasi wilayah Palestina sedang berlangsung perlahan dan tidak manusiawi. Semua negara harus menentang hal ini," kata Retno dalam UN Forum on Palestine, di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Kamis 4 April 2019.

    Menlu menambahkan bahwa Israel melakukan berbagai tekanan terhadap Palestina. Tekanan tak hanya dari kependudukan, tetapi juga terhadap politik, ekonomi dan sosial, termasuk menyita penerimaan pajak Palestina.

    Padahal, penerimaan pajak merupakan porsi besar dari pendapatan Palestina. Kekerasan otoritas daan para pendatang Israel juga semakin meluas. Bahkan, Negeri Bintang Daud tersebut menutup pintu gerbang Masjid Al-Aqsa.

    Baca juga: Pemukim Israel Kembali Caplok Tanah Warga Palestina

    Retno kembali menyerukan agar komunitas internasional meneruskan bantuan kemanusiaan terhadap Palestina. Pasalnya, bantuan itu bisa menopang kehidupan masyarakat Palestina.

    Indonesia sendiri tahun ini telah meningkatkan bantuan untuk lembaga pengungsi PBB (UNRWA). Tak hanya itu, RI juga meluncurkan program peningkatan kapasitas untuk rakyat Palestina.

    Bahkan Indonesia akan menyelenggarakan pertemuan khusus mengenai Palestina saat Presidensi di Dewan Keamanan PBB, Mei mendatang.

    Dalam kesempatan ini, Retno juga menyerukan agar Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB. "Saat ini, Palestina dan kekuatan penjajah tidak berada pada posisi yang sama. Merupakan tanggung jawab komunitas internasional untuk mengangkat posisi Palestina dan melindungi hak-hak rakyatnya," imbuh dia.

    Baca juga: Indonesia Harus Terus Perjuangkan Solusi Adil untuk Palestina

    Penyelenggaraan UN Forum on Palestine menarik perhatian berbagai kalangan dan dihadiri oleh perwakilan dari negara anggota PBB, LSM internasional, organisasi internasional dan akademisi. Panelis berasal dari mantan pejabat tinggi di Palestina, aktivis dan pengacara HAM, serta Special Rapporteur PBB.

    Tema yang diangkat adalah 'the threat of de facto annexation'. Dalam konsep hukum internasional, okupasi atau penguasaan wilayah bersifat sementara. 

    Namun yang dilakukan Israel saat ini mengarah kepada perampasan wilayah (aneksasi) yang dilarang dalam hukum internasional. Berbagai kebijakan Israel, terutama akhir-akhir ini dikhawatirkan semakin menjauhkan bangsa Palestina dari aspirasi kemerdekaan merekanya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id