9 Pekerja Ilegal di Tambang Afsel Tewas Dirajam

    Arpan Rahman - 02 Februari 2020 12:02 WIB
    9 Pekerja Ilegal di Tambang Afsel Tewas Dirajam
    Ribuan pekerja ilegal, atau disebut zama zamas, bekerja di sejumlah area pertambangan di Afrika Selatan. (Foto: AFP)
    Johannesburg: Sembilan pekerja ilegal di sebuah tambang di distrik barat Johannesburg, Afrika Selatan, tewas dirajam sekelompok orang. Jasad mereka ditemukan tergeletak di jalanan area Matholeville, sedangkan beberapa korban lainnya yang masih hidup telah dilarikan ke rumah sakit.

    Menurut laporan media setempat, sekelompok pekerja asal Lesotho sempat berselisih paham dengan kelompok pekerja tambang lainnya di Johannesburg. Perselisihan pun berujung kematian sembilan pekerja ilegal, atau "zama zamas" dalam bahasa Afrika Selatan.

    Bentrokan tersebut terjadi 24 jam usai polisi menggerebek area pertambangan tersebut. Dikutip dari BBC, Sabtu 1 Februari 2020, polisi telah menangkap 87 orang terkait aksi perajaman tersebut.

    "Kami mengecam serangan barbar ini. Kami akan berusaha keras agar seluruh masyarakat Matholeville dan Roodepoort merasa aman," kata Komisioner Polisi Provinsi Gauteng, Letnan Jenderal Elias Mawela.

    "Para tersangka tersisa akan ditangkap secepat mungkin, dan polisi tidak akan tidur sebelum menemukan mereka semua," tambah dia.

    Ia menambahkan, pihaknya telah meminta bala bantuan dari unit lainnya di Johannesburg untuk memburu sekelompok pekerja yang diduga terlibat dalam perajaman.

    Afrika Selatan merupakan salah satu negara dengan tingkat kekerasan tertinggi di dunia. Menurut data Pemerintah Afsel, tercatat telah terjadi sedikitnya 58 pembunuhan per hari di sejumlah wilayah sepanjang 2019.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id