comscore

Yordania Tertarik dengan Pusat Peradaban Islam di Depok

charles meikiansyah - 19 Januari 2017 14:40 WIB
Yordania Tertarik dengan Pusat Peradaban Islam di Depok
Komite Pembangunan UIII Prof. Komaruddin Hidayat dan Prof. Bachtiar Effendi berdiskusi dengan Direktur Regional Yordania IIIT Fathi Melkawi, PhD, di Kantor Regional IIIT Amman, Yordania, 19 Januari 2017. (Foto: Metro TV / Charles Meikiansyah)
medcom.id, Amman: Pemerintah Indonesia akan membangun Pusat Peradaban Islam Baru yang moderat dan toleran. Presiden Joko Widodo telah menandatangi Keppres Pembentukan Komite Pembangunan Universitas Islam International Indonesia (UIII) yang diketuai Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Komaruddin Hidayat.

Rencananya peletakan batu pertama pembangunan kampus di Depok, Jawa Barat, itu akan dimulai pertengahan tahun 2017. 
Di sela-sela mendampingi kunjungan Wakapolri ke Amman Jordania, Kamis 19 Januari, Komite Pembangunan UIII Prof. Komaruddin Hidayat dan Prof. Bachtiar Effendi mengunjungi beberapa universitas serta lembaga Kajian tentang Islam yang ada di Amman. 

Pada kesempatan ini, Komite Pembangunan mensosialisasikan rencana Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia kepada Direktur International Institute of Islamic Thought untuk kawasan Timur Tengah yang berkedudukan di Amman, Professor Fathi Melkawi.

Yordania Tertarik dengan Pusat Peradaban Islam di Depok

Professor Fathi Melkawi yang juga Ahli Epistimologi Islam sangat tertarik dengan ide dan gagasan Pemerintah Indonesia membangun Kampus UIII sebagai Pusat Peradaban Islam baru di kawasan Asia Pasifik. 

Pertemuan Professor Fathi Malkawi berlangsung hangat, dibarengi dengan pembicaraan menarik mengenai Islam, ilmu pengetahuan, dan peradaban moderen.

Pembangunan Universitas ini dimaksudkan untuk mengembangkan peradaban Islam melalui pendidikan tinggi (universitas) di tingkat master dan doktor. Melalui UIII diharapkan Islam moderat dan toleran dapat dikembangkan sehingga Islam benar-benar berfungsi sebagai rahmatan lil alamin.

Mengingat posisi penting geo-politik Yordania sebagai penyangga keseimbangan dan perdamaian di Timur Tengah, kerja sama untuk mengembangkan UIII dengan berbagai pihak di negeri ini menjadi sangat relevan.  

Kerja sama dengan Universitas di negara Timur Tengah, akan terus ditingkatkan. Komite Pembangunan UIII mengajak tenaga pengajar dan mahasiswa pasca sarjana dari Yordania untuk berbagi pengalaman serta belajar di Kampus UIII, yang akan dimulai pada akhir 2017.

Seperti diketahui, sejak 8 tahun yang lalu negara-negara dikawasan Timur Tengah dilanda konflik yang berkepanjangan. Oleh karena itu, Indonesia yang penduduk muslim terbesar di Dunia dan dikenal dengan Islam yang moderat dan toleran, mengkhawatirkan meluasnya konflik tersebut ke wilayah lain di kawasan Asia Pasifik. Sehingga melalui Pembangunan Pusat Peradaban Islam Baru ini akan membantu mencari solusi dan penyelesaian konflik di Timur Tengah dan kawasan lain di Dunia.
:
Selama di Yordania, Komite Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menemui sejumlah tokoh guna mensosialisasikan pembangunan kampus tersebut sebagai Pusat Peradaban Islam Baru di Dunia, diantaranya : Pangeran Hassan Bin Thalal - Paman sekaligus penasehat Pemimpin Yordania - Raja Abdullah bin Hussein dan Pangeran Ghazi bin Muhammad - Penasehat Raja bidang Agama dan agama serta pendiri Universitas Islam Global di Yordania.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id