Tolak UU Presidensial, Pedemo Bentrok dengan Polisi Uganda

    Arpan Rahman - 22 September 2017 08:13 WIB
    Tolak UU Presidensial, Pedemo Bentrok dengan Polisi Uganda
    Aksi protes menendang perpanjangan usia kekuasaan presiden di Uganda (Foto: New Vision).



    medcom.id, Kampala: Polisi Uganda, pada Kamis 21 September, melesatkan gas air mata untuk membubarkan para pemrotes yang menentang rencana pengesahan undang-undang yang memungkinkan presiden yang lama untuk memerintah seumur hidup.
     
    RUU tersebut kemungkinan akan diperkenalkan di majelis nasional, Kamis malam, meskipun mendapat tentangan dari para pemimpin agama, kelompok sipil, dan pemimpin oposisi.
     
    Polisi Uganda telah memperingatkan, pada Rabu, bahwa tidak ada protes -- untuk mendukung atau melawan presiden -- yang akan diizinkan. Namun beberapa tokoh oposisi telah bersumpah untuk memobilisasi dukungan massa menentang sebuah RUU yang mereka yakini dimaksudkan guna memungkinkan Presiden Yoweri Museveni tetap berkuasa selama sisa hidupnya. Museveni telah memerintah negara Afrika Timur selama lebih dari tiga dekade.
     
    Konstitusi Uganda melarang seseorang yang berusia di atas 75 tahun untuk mencalonkan presiden. Museveni berusia 73 dan tidak memenuhi syarat buat mencalonkan diri kembali pada 2021 jika syarat usia itu tetap berlaku.
     
    Kritikusnya menuduhnya menggunakan pasukan keamanan untuk memukul oposisi, namun pendukung Museveni mengatakan bahwa dia menerima dukungan luas di seluruh negeri.
     
    Pada Kamis, di tengah penyebaran polisi dan militer secara besar-besaran di ibu kota Kampala yang biasanya tenang, polisi menembakkan gas air mata ke mahasiswa Makerere University yang berencana berjalan kaki ke kawasan sekitar parlemen.
     
    Polisi Uganda juga mengepung kantor dua LSM yang dituduh oleh pihak berwenang mendukung demonstrasi anti-pemerintah. "ActionAid dan Great Lakes Institute for Strategic Studies dicurigai menerima dana dari sumber yang tidak disebutkan namanya untuk memicu protes terhadap pemerintah," kata juru bicara polisi Asan Kasingye, seperti dinukil AFP, Kamis 21 September 2017.
     
    Polisi sedang mencari bukti-bukti di kantor LSM itu, katanya Kamis. Sementara ini tidak mungkin mendapat komentar dari LSM tersebut.
     
    Partai Museveni memiliki mayoritas di majelis nasional -- syarat aturan untuk menghapus batas usia calon presiden diperkirakan akan disisihkan saat proses prosedural dimulai.
     
    Museveni, sekutu Amerika Serikat di bidang keamanan regional selama bertahun-tahun, mengambil alih kekuasaan secara paksa pada 1986 setelah perang gerilya. Dia memenangkan pemilihan umum ulang tahun lalu dalam sebuah pemungutan suara yang dirusak tudingan kecurangan dan intimidasi oleh aparat keamanan.
     
    Meskipun Museveni telah memperingatkan di masa lalu bahwa masalah Afrika adalah pemimpin "yang ingin melampaui batas kekuasaan," sejak itu dia mengatakan bahwa yang dia bicarakan adalah soal pemimpin-pemimpin yang tidak terpilih.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id