DK PBB Gelar Rapat Tertutup Bahas Krisis Sudan

    Sonya Michaella - 06 Juni 2019 09:13 WIB
    DK PBB Gelar Rapat Tertutup Bahas Krisis Sudan
    Sudan kini sedang mengalami krisis. (Foto: AFP)
    New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar rapat tertutup, 5 Juni kemarin, untuk membahas krisis yang terjadi di Sudan. 

    Setidaknya 40 orang telah tewas akibat bentrokan warga dan militer terkait penyelenggaraan pemilu.

    Rapat darurat ini diinisiasi oleh Jerman dan Inggris mengingat kekerangan di Sudan makin meningkat. Pasukan keamanan diketahui kerap terlibat bentrokan dengan demonstran.

    "Kami secepatnya perlu kembali ke meja negosiasi. Senjata tidak bisa mengesahkan legitimasi," kata Duta Besar Jerman untuk PBB Christoph Heushen, dikutip dari AFP, Kamis 6 Juni 2019. 

    Baca: Penguasa Militer Sudan Serukan Pemilu dalam 9 Bulan

    Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pun mneyerukan negosiasi untuk peralihan kekuasaan secara damai. Ia khawatir, bentrokan ini akan memakan lebih banyak korban sipil. 

    Dewan Militer diketahui saat ini mengendalikan pemerintahan di Sudan setelah Presiden Omar al-Bashir digulingkan pada 11 April lalu.

    Sementara itu, penguasa militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan mengatakan militer telah memutuskan untuk membatalkan kesepakatan dengan para pengunjuk rasa. Dia menyerukan untuk diadakan pemilihan dalam waktu sembilan bulan.
     
    Burhan mengatakan pemilihan itu akan berlangsung di bawah pengawasan regional dan internasional. Penyataan ini keluar setelah perundingan dengan Aliansi Kebebasan dan Perubahan gagal.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id