Pemberontak Tembak Jatuh Helikopter Pemerintah Suriah

    Arpan Rahman - 14 Februari 2020 16:03 WIB
    Pemberontak Tembak Jatuh Helikopter Pemerintah Suriah
    Ilustrasi militan (Foto:Medcom.id)
    Idlib: Pemberontak Suriah menggunakan rudal darat-ke-udara untuk menjatuhkan helikopter pemerintah pekan ini. Perkembangan ini dapat mengubah keseimbangan kekuatan di wilayah utara negara tersebut.

    Rekaman yang diposting di dunia maya menunjukkan rudal yang digunakan untuk menjatuhkan helikopter militer Mi-17 di Idlib pada Selasa, 11 Februari 2020. Rekaman tersebut diambil di tengah pertempuran sengit antara pemberontak dan pasukan pemerintah yang didukung Rusia.

    Sekelompok pejuang pemberontak Suriah terlihat merayakan jatuhnya pesawat. Tidak jelas siapa yang menembakkan rudal dan video itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

    Jika dikonfirmasi, hal ini akan menandai eskalasi lebih lanjut dalam perang di Suriah. Keberhasilan penggunaan senjata semacam itu dapat menghambat kemampuan pemerintah Suriah menerbangkan helikopter tempur di kota-kota dan desa-desa yang dikuasai pemberontak. Beberapa hari setelah insiden itu, aktivis melaporkan penurunan intensitas serangan udara pemerintah di Idlib.

    Sebelumnya, AS mendesak sekutunya membatasi pengiriman Manpds ke pemberontak Suriah. Namun senjata itu justru digunakan oleh pejuang pemberontak beberapa kali. Pada 2018, Sukhoi Su-25 Rusia ditembak jatuh menggunakan sistem rudal d Idlib.

    Jatuhnya helikopter terjadi di tengah bentrokan paling serius antara pasukan Turki dan pasukan pemerintah Suriah.
    Beberapa hari terakhir, pasukan Suriah bentrok secara langsung dengan Turki. Tiga belas personel militer Turki terbunuh dalam 10 hari terakhir. Turki mengklaim menewaskan 52 tentara Suriah sebagai balasan.

    "Jika ada cedera terkecil pada tentara kami di pos pengamatan atau tempat lain, saya menyatakan dari sini bahwa kami akan menghantam pasukan rezim di seluruh wilayah perang," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, disitir dari The Independent, Jumat 14 Februari 2020.

    Beberapa hari terakhir, Turki mengajukan banding ke Rusia untuk menghentikan serangan pemerintah Suriah. Pada Kamis, Menteri Pertahanan Turki mengatakan militer negaranya akan menargetkan kelompok pemberontak yang melanggar gencatan senjata di Idlib. Ankara sudah mengerahkan lebih dari 1.000 pasukan ke pos-pos militernya di Idlib sejak pekan lalu.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id