Abaikan Ancaman Sanksi, Turki Lanjutkan Invasi di Suriah

    Willy Haryono - 13 Oktober 2019 08:38 WIB
    Abaikan Ancaman Sanksi, Turki Lanjutkan Invasi di Suriah
    Asap dari serangan pasukan Turki di kota Ras al-Ain, Suriah, Sabtu 12 Oktober 2019. (Foto: AFP/NAZEER AL-KHATIB)
    Ankara: Prajurit dan milisi Turki terus melanjutkan serangan mereka ke sebuah kota yang dikuasai pasukan Kurdi di Suriah, Sabtu 12 Oktober 2019. Invasi terus dilanjutkan di tengah gelombang protes dari komunitas internasional dan ancaman sanksi Amerika Serikat.

    Setelah sempat bertempur dengan pasukan Kurdi di wilayah pedesaan di Suriah utara, pasukan Turki dan para sekutunya mulai memasuki kota Ras al-Ain.

    Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa pasukannya telah berhasil merebut kota pertama milik Kurdi di hari keempat invasi ke Suriah.

    Namun pasukan Kurdi di Ras al-Ain membantah kota mereka telah jatuh ke tangan Turki. Seorang koresponden AFP mengatakan pasukan Turki dan sekutunya memang telah masuk ke Ras al-Ain, namun belum menguasainya.

    Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang merupakan mitra utama Amerika Serikat dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah, meminta Washington untuk melindungi mereka dari serangan Turki.

    Bagi Turki, aliansi milisi Kurdi yang tergabung dalam SDF adalah perpanjangan tangan dari Partai Pekerja Kurdi atau PKK. PKK adalah grup yang melancarkan pemberontakan di Turki selama bertahun-tahun.

    Invasi Turki ke Suriah dimulai pada Rabu 9 Oktober, usai Presiden AS Donald Trump menarik sejumlah pasukan AS dari perbatasan Suriah. Turki menilai penarikan itu sebagai "lampu hijau" untuk melancarkan serangan ke Suriah utara.

    Trump meghadapi gelombang kritik, bahkan dari para pendukungnya sendiri, karena telah menelantarkan SDF di Suriah.

    Sementara itu grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan bahwa milisi pro-Ankara telah "mengeksekusi" sedikitnya sembilan warga sipil di dekat kota Tal Abyad. Kota tersebut merupakan salah satu sasaran utama dalam invasi Turki ke Suriah.

    Otoritas Kurdi mengatakan seorang perempuan petinggi partai dan sopirnya termasuk dari sembilan warga sipil yang dibunuh milisi pro-Ankara.

    SOHR mencatat sedikitnya 23 anggota SDF tewas dalam serangan pada Sabtu kemarin. Total jumlah korban SDF kini mencapai 81 sejak invasi Turki dimulai.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id