Warga Sipil Berjatuhan dalam Serangan Pemerintah Suriah di Idlib

    Fajar Nugraha - 30 Mei 2019 12:24 WIB
    Warga Sipil Berjatuhan dalam Serangan Pemerintah Suriah di Idlib
    Asap terlihat dari bagian Khan Sheikun di Provinsi Idlib yang diserang pasukan Pemerintah Suriah dan jet tempur Rusia. (Foto: AFP).
    Idlib: Serangan terbaru dalam gelombang paling keras pengeboman Pemerintah Suriah terhadap kantung pemberontak di Idlib menewaskan sedikitnya 15 warga sipil pada Rabu 29 Mei 2019.

    Serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur Rusia dan pemerintah, beberapa menggunakan bom barel telah mengklaim jumlah korban sipil yang meningkat selama beberapa minggu terakhir.

    Kekerasan itu, telah menyebabkan pemindahan massal dan meningkatnya ketakutan akan bencana kemanusiaan terburuk dalam konflik delapan tahun di Suriah. Serangan tetap terjadi kendati ada kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai oleh Rusia dan Turki pada September 2018 lalu.

    Amerika Serikat dan PBB menuntut diakhirinya pengeboman pada Selasa. Saat itu serangan oleh Damaskus menewaskan 27 orang warga sipil. Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi di kawasan itu sejak pemerintahan Presiden Bashar al-Assad meningkatkan serangannya pada akhir April.

    Namun pengboman udara pada Rabu tidak mereda di Provinsi Idlib, yang sebagian besar dikendalikan oleh Hayat Tahrir al-Sham. Ini adalah sebuah kelompok yang didominasi oleh mantan anggota afiliasi Al Qaeda Suriah.

    Menurut organisasi pemantau Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Observatory for Human Rights/SOHR) yang berpusat di Inggris, tujuh korban hari Rabu tewas dalam serangan udara di Desa Sarja.

    “Seorang ayah dan tiga anaknya tewas di desa Bara dan empat warga sipil lainnya tewas dalam serangan di kota Hbeit dan Areen,” kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman, seperti dikutip AFP, Kamis, 30 Mei 2019.

    "Pengeboman oleh Suriah dan Rusia terus intens di beberapa daerah. Serangan Rusia difokuskan pada Khan Sheikhun tetapi belum menimbulkan korban untuk saat ini," katanya.

    Kantor berita pemerintah Suriah SANA melaporkan seorang wanita terbunuh oleh penembakan jihadis di Hama utara. Sementara korban tewas dari warga sipil telah meningkat di dan sekitar Idlib dalam beberapa hari terakhir, mencapai lebih dari 270 selama sebulan terakhir.

    Seruan Uni Eropa

    Uni Eropa (EU) pada Rabu menyerukan gencatan senjata di Provinsi Idlib di Suriah.  EU juga mengatakan bahwa Rusia, Turki, Iran dan Pemerintah Suriah harus melindungi warga sipil yang berada dalam pengepungan.    

    “Kami mengharapkan rezim Suriah dan para penjamin Astana segera memenuhi tanggung jawab dan komitmen mereka serta segera memastikan perlindungan bagi warga sipil,” demikian pernyataan bersama diplomat tinggi Uni Eropa Federica Mogherini dan ketua bantuan kemanusiaan Christos Stylianides dengan merujuk pada upaya perdamaian Rusia, Turki dan Iran.

    “Serangan tanpa pandang bulu terhadap anak-anak dan kaum perempuan serta warga sipil lainnya, pengungsian dan penghancuran infrastruktur sipil tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun,” pungkas mereka.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id