MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Menteri Kedua Mundur dalam Krisis Politik Kanada

    Arpan Rahman - 05 Maret 2019 13:54 WIB
    Menteri Kedua Mundur dalam Krisis Politik Kanada
    Presiden Dewan Keuangan Kanada Jane Philpott di Ottawa, 28 Agustus 2017. (Foto: AFP/LARS HAGBERG)
    Ottawa: Seorang menteri kembali mundur dari jajaran kabinet Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang semakin memperparah krisis atas tuduhan adanya intervensi politik terhadap sebuah kasus korupsi terkait sebuah perusahaan besar di negara tersebut.

    Jane Philpott, Presiden Dewan Keuangan Kanada, menulis sebuah surat kepada PM Trudeau yang menyatakan dirinya memiliki "kekhawatiran serius" mengenai tuduhan terhadap Jody Wilson-Raybould, seorang mantan jaksa agung.
    Wilson-Raybould dituduh telah ditekan sejumlah politikus untuk mencabut dakwaan korupsi terhadap perusahaan SNC-Lavalin.

    Philpott adalah menteri kedua dari kabinet PM Trudeau yang mundur dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Wilson-Raybould telah mengundurkan diri pada awal Februari usai sempat diturunkan pangkatnya.

    "Prinsip-prinsip yang sedang dipertaruhkan saat ini adalah independensi serta integritas dalam sistem peradilan kita," kata Philpott.

    "Itu merupakan doktrin fundamental dari aturan hukum, dan jaksa agung kita seharusnya tidak menjadi target dari tekanan atau intervensi politik saat dirinya sedang bertugas mengurusi sejumlah kasus kriminal," cetus dia, seperti disitir dari laman Financial Times, Selasa 5 Maret 2019.

    "Saya sudah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah dalam merespons masalah ini," sebut Philpott.

    Sebelumnya, Wilson-Raybould pernah berkata bahwa PM Trudeau adalah bagian dari intervensi politik di Kanada. Dia mengaku PM Trudeau pernah memintanya untuk "mencarikan solusi" agar perusahaan SNC-Lavalin tidak harus mengurangi jumlah pekerjaan atau dipindahkan dari Montreal.

    PM Trudeau membantah pengakuan Wilson-Raybould dan membantah pernah mencoba membantu perusahaan tersebut menghindari jeratan hukum.

    Jumat kemarin, PM Trudeau dipaksa merombak kabinetnya, yang dilakukan delapan bulan menjelang pemilihan umum federal. Kubu oposisi, Partai Konservatif, adalah ancaman serius dalam upaya PM Trudeau melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua.

    Andrew Scheer, pemimpin Partai Konservatif, telah menyerukan agar PM Trudeau mengundurkan diri dan meminta Kepolisian Kanada meluncurkan investigasi kriminal mengenai pengakuan Wilson-Raybould.

    Februari lalu, penasihat utama PM Trudeau Gerald Butts mengundurkan diri terkait pengakuan Wilson-Raybould. Butts telah menjadi penasihat terdekat Trudau dan sahabat sejak mereka duduk di bangku kuliah.

    Baca: Penasihat Utama PM Kanada Mengundurkan Diri



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id