Bersitegang dengan AS, Iran Beri Sinyal Deeskalasi

    Willy Haryono - 13 Januari 2020 08:07 WIB
    Bersitegang dengan AS, Iran Beri Sinyal Deeskalasi
    Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) berjabat tangan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di Teheran, 12 Januari 2020. (Foto: AFP/HO/IRANIAN PRESIDENCY)
    Teheran: Iran memberikan sinyal deeskalasi pada Minggu 12 Januari 2020, usai 10 hari bersitegang dengan Amerika Serikat yang melibatkan aksi saling menembakkan misil. Ketegangan keduanya meningkat usai AS membunuh jenderal Qassem Soleimani pada 3 Januari.

    Kematian Soleimani dibalas dengan peluncuran belasan misil ke dua pangkalan yang menampung pasukan AS di Baghdad, Irak, pada 8 Januari. Di hari yang sama, Iran tak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina di dekat Teheran.

    Dalam pertemuan antara Presiden Iran Hassan Rouhani dan Emir Qatar di Teheran, keduanya sepakat bahwa deeskalasi merupakan "satu-satunya solusi" untuk mengakhiri krisis di kawasan yang melibatkan AS.

    Qatar merupakan negara di kawasan yang paling banyak menampung pasukan AS. Kendati begitu, Qatar tetap menjaga hubungan kuat dengan Iran.

    "Kunjungan ini saya lakukan di momen-momen krusial bagi kawasan," tutur Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani. Ia meyakini ini merupakan kunjungan perdananya ke Iran.

    "Kami sepakat, bahwa satu-satunya solusi terhadap krisis saat ini adalah deeskalasi dari semua pihak dan juga dialog," sambungnya, dilansir dari AFP, Senin 13 Januari 2020.

    Sementara Rouhani mengatakan, pihaknya siap untuk melakukan "lebih banyak konsultasi dan juga kerja sama demi keamanan di seantero kawasan."

    Selain dengan Emir Qatar, Rouhani juga bertemu Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi. Pakistan sendiri telah menawarkan diri untuk menjadi mediator perdamaian antara Iran dan juga Arab Saudi, salah satu sekutu AS.

    Sementara itu dalam sebuah sesi di parlemen Iran, komandan Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) Hossein Salami mengatakan bahwa belasan misil yang ditembakkan ke pangkalan Irak pada Rabu pekan kemarin tidak bertujuan untuk membunuh personel militer AS.

    "Sasaran kami bukan untuk membunuh prajurit musuh. Hal tersebut tidak penting," ungkap Hossein kepada parlemen.

    Washington mengonfirmasi tidak ada satu pun prajurit atau kontraktor AS yang tewas dalam serangan tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id