Turki Panggil Dubes AS Terkait Klaim Genosida Armenia

    Arpan Rahman - 31 Oktober 2019 14:06 WIB
    Turki Panggil Dubes AS Terkait Klaim Genosida Armenia
    Warga mengunjungi monumen peringatan perang Turki-Armenia, Tsitsernakaberd di Yaravan. Foto: AFP
    Ankara: Turki memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Ankara David Satterfield setelah resolusi Dewan Perwakilan Rakyat AS mengakui apa yang disebut ‘genosida Armenia’.

    Otoritas Turki menyatakan kritik keras mereka kepada Satterfield terhadap pemungutan suara Selasa serta RUU yang mengancam sanksi baru terhadap Turki untuk operasi kontra-terorisme di Suriah utara. Hal itu dikatakan sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena batasan berbicara dengan media.

    Sebelumnya pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Turki merilis pernyataan yang menolak resolusi AS yang tidak mengikat secara hukum. 

    "Resolusi itu, yang tampaknya telah dirancang dan dikeluarkan untuk konsumsi domestik, tidak memiliki dasar historis atau hukum," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, disitir dari Anadolu Agency, Kamis 31 Oktober 2019.

    Genosida Armenia merujuk pada peristiwa maut yang terjadi di tahun 1915.

    Pada Selasa, Dewan Perwakilan AS mengeluarkan sebuah resolusi yang mengakui apa yang disebut "genosida Armenia", dengan anggota parlemen memberikan suara 405-11.

    Posisi Turki pada peristiwa 1915 adalah bahwa kematian orang-orang Armenia di Anatolia timur terjadi ketika beberapa kekuatan berpihak pada invasi Rusia dan memberontak melawan pasukan Ottoman. Pemindahan warga Armenia selanjutnya menghasilkan banyak korban.

    Turki menolak presentasi insiden itu sebagai "genosida" tetapi menggambarkan peristiwa 1915 sebagai tragedi di mana kedua pihak menderita korban.

    Ankara sudah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi gabungan para sejarawan dari Turki dan Armenia plus para pakar internasional buat memeriksa masalah ini.

    Anggota parlemen AS juga mengeluarkan undang-undang yang berupaya menjatuhkan sanksi terhadap Turki atas Operation Spring Peace di Suriah utara, yang diluncurkan untuk membersihkan wilayah itu dari unsur-unsur teroris dan memulangkan pengungsi Suriah di Turki.

    "Kami sangat mengutuk adopsi rancangan undang-undang yang mempertimbangkan sanksi terhadap Turki atas dasar Operasi Musim Semi Perdamaian di DPR AS," kata Kemenlu Turki dalam sebuah pernyataan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id