WHO: Varian Delta Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Varian Mu

    Cindy - 09 September 2021 15:32 WIB
    WHO: Varian Delta Lebih Mengkhawatirkan Dibanding Varian Mu
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Delta masih lebih mengkhawatirkan ketimbang varian Mu. Namun, WHO tetap mewaspadai varian yang pertama kali terdeteksi di Kolombia itu. 

    "Varian Delta bagi saya adalah yang paling mengkhawatirkan karena peningkatan penularannya," kata perwakilan dari WHO, Maria Van Kerkove, Kamis, 9 September 2021. 

     



    Para ilmuan tetap fokus meneliti varian Delta yang tersebar hampir merata di seluruh dunia. Namun, mereka juga tetap melacak vairan lain yang mungkin mengalahkan varian Delta dalam hal penyebaran dan penularan virus. 

    Vairan B.1,621 atau Mu yang teridentifikasi pada Januari 2021. WHO pun menetapkan varian Mu sebagai varient of interest (VoI) pada 30 Agustus 2021. 

    Mu diketahui membawa mutasi kunci termasuk E.484K, N.501Y, dan D.614G yang dikaitkan dengan peningkatan penularan dan penurunan perlindungan kekebalan tubuh. Menurut WHO, Mu telah menyebabkan beberapa wabah yang lebih besar di Amerika Selatan dan Eropa. 

    Jumlah sekuens genetik yang diidentifikasi sebagai Mu turun di bawah 0,1 persen secara global. Namun, Mu mewakili 39 persen varian yang diurutkan di Kolombia dan 13 persen di Ekuador. 

    Baca: Indonesia Waspadai Varian Mu

    Kerkhove menuturkan WHO masih akan terus memantau perkembangan varian Mu di Amerika Selatan, terutama di daerah yang bersirkulasi bersama dengan varian Delta. Dia mengatakan sirkulasi varian tersebut menurun secara global tetapi perlu terus dicermati. 

    Kepala penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci mengatakan para pejabat Amerika Serikat mengawasi perkembangan varian tersebut. Sejauh ini varian Mu tidak dianggap sebagai ancaman langsung.

    "Mendapatkan lebih banyak orang untuk vaksin covid-19 sangat penting karena kelompok besar orang yang tidak divaksinasi memberi virus lebih banyak kesempatan untuk menyebar dan bermutasi," kata dia. 

    Para ahli sepakat agar vaksinasi ditingkatkan secara internasional guna mencegah varian baru muncul. Terutama populasi negara-negara miskin yang masyarakatnya sangat sedikit menerima vaksinasi covid-19.  

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id