Erdogan Minta Trump Cari Jalan Tengah Soal S-400

    Willy Haryono - 15 Juli 2019 14:54 WIB
    Erdogan Minta Trump Cari Jalan Tengah Soal S-400
    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam acara di Sarajevo, 9 Juli 2019. (Foto: AFP/ELVIS BARUKCIC)
    Istanbul: Presiden Recep Tayyip Erdogan menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump berwenang dalam mencegah penjatuhan sanksi ekonomi terhadap Turki terkait pembelian S-400. Ia meminta Trump mencari "jalan tengah" dalam kisruh pembelian sistem pertahanan udara buatan Rusia itu.

    Komentar Erdogan muncul dua hari usai Turki menerima pengiriman fase awal suku cadang S-400. Ankara tetap melanjutkan transaksi tersebut meski Washington menentang keras dan mengancam menjatuhkan sanksi.

    Mengutip ucapan Erdogan, media Haberturk melaporkan bahwa sang presiden menilai Trump "berwenang untuk mencegah atau menunda CAATSA" -- istilah bagi sanksi AS yang didesain untuk mencegah negara tertentu dalam membeli peralatan militer dari Rusia.

    "Karena itu, Trump sebenarnya adalah sosok yang perlu mencari jalan tengah dalam masalah ini," sebut Erdogan dalam laporan Haberturk.

    Baca: Sistem Misil Rusia S-400 Tiba di Turki

    Saat bertemu Erdogan di Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Jepang bulan lalu, Trump mengaku bersimpati kepada posisi Turki. Trump mengaku memahami mengapa Turki membeli S-400. 

    Menurut Trump, Turki membeli peralatan tersebut karena pemerintahan AS sebelum dirinya -- era Barack Obama -- tidak bersedia menjual sistem pertahanan udara Patriot ke Ankara.

    "Saat ini, saya tidak yakin Trump memiliki opini yang sama dengan beberapa bawahannya, dan dia telah mengatakan hal ini di hadapan media dunia," kata Erdogan.

    "Dengan membeli S-400, kami tidak bersiap untuk perang. Kami hanya ingin memastikan perdamaian dan keamanan nasional kami," lanjutnya.

    Terlepas dari kata-kata menyejukkan dari Trump, pemerintahan AS pekan lalu berencana merespons pembelian S-400 oleh Turki. Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan bahwa "aturan hukum Amerika mewajibkan adanya sanksi, dan saya yakin kami akan patuh terhadap hukum, begitu juga dengan Presiden Trump."

    Selain mengancam sanksi, AS juga pernah mengatakan kepada Turki bahwa pesawat jet tempur F-35 yang telah dipesan Ankara tidak akan dikirim jika transaksi S-400 berlanjut.

    Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon menilai S-400 dapat membahayakan jet tempur AS yang beroperasi di kawasan sekitar Turki.

    Erdogan mengaku masih memiliki keinginan untuk membeli Patriot, meski sudah mempunyai S-400. Ia menyarankan Trump agar AS dan Turki sebaiknya fokus meningkatkan kerja sama dagang dan pertahanan.

    "Kami (Turk dan ASi) adalah mitra strategis. Mari kita jalankan kemitraan strategis ini," pungkas Erdogan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id