Pengadilan Putuskan Pembunuhan Khashoggi Tidak Direncanakan

    Fajar Nugraha - 23 Desember 2019 18:21 WIB
    Pengadilan Putuskan Pembunuhan Khashoggi Tidak Direncanakan
    Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (kanan) kerap dikaitkan dengan pembunuhan Jamal Khashoggi. Foto: AFP
    Riyadh: Lima orang telah dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Tetapi segudang pertanyaan masih tersimpan terkait pembunuhan itu.

    Khashoggi, seorang kontributor Washington Post, terbunuh pada Oktober 2018 lalu. Kasus ini mencoreng Kerajaan Arab Saudi dan merusak reputasi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Khashoggi dibunuh dan tubuhnya dipotong-potong oleh agen Arab Saudi yang beranggotakan 15 orang di dalam konsulat kerajaan di Istanbul, menurut pejabat Turki. Jasadnya hingga saat ini belum ditemukan.

    "Kami menemukan bahwa pembunuhan Khashoggi tidak direncanakan," kata Wakil Jaksa Agung Arab Saudi Shalaan al-Shalaan pada konferensi pers, seperti dikutip AFP, Senin, 23 Desember 2019.

    Jaksa penuntut Saudi telah mengatakan wakil kepala intelijen Ahmed al-Assiri mengawasi pembunuhan Khashoggi. Dalam aksinya, Al-Assiri diawasi oleh penasihat media Kerajaan Arab Saudi, Saud al-Qahtani.

    Qahtani diselidiki tetapi tidak didakwa ‘karena tidak cukup bukti’. Sementara Assiri juga diselidiki dan didakwa tetapi akhirnya dibebaskan dengan alasan yang sama.

    Kedua orang itu adalah bagian dari lingkaran dalam Pangeran Mohammed. Mereka bekerja sama dan pada akhirnya secara resmi dipecat atas pembunuhan itu, tetapi hanya Assiri yang muncul dalam sidang pengadilan.

    Otak pembunuhan


    Saud al-Qahtani selama ini dikenal memimpin kampanye media sosial yang berapi-api melawan pengkritik Kerajaan Arab Saudi. Dirinya dipandang sebagai saluran publikasi bagi putra mahkota. Hingga saat ini dia belum muncul di depan publik sejak pembunuhan dan keberadaannya menjadi subyek spekulasi panas.

    “Maher Mutreb, seorang agen intelijen yang sering bepergian dengan putra mahkota pada tur luar negeri, pakar forensik Salah al-Tubaigy dan Fahad al-Balawi, seorang anggota penjaga Kerajaan Arab Saudi, termasuk di antara ke-11 yang diadili,” kata beberapa sumber kepada AFP.

    Tidak jelas apakah mereka termasuk di antara mereka yang dihukum mati. Sumber tersebut mengatakan bahwa banyak dari mereka yang dituduh membela diri di pengadilan dengan mengatakan bahwa mereka melaksanakan perintah oleh Assiri. Tak pelak, Assiri digambarkan sebagai ‘biang keladi’ dari operasi tersebut.

    “Dari 11 orang yang tidak disebutkan namanya yang didakwa dalam kasus ini, lima dijatuhi hukuman mati. Tiga menghadapi hukuman penjara total 24 tahun, dan yang lainnya dibebaskan,” menurut pihak jaksa penuntut.

    “Pengadilan Riyadh yang menyidangkan kasus ini dengan dilengkapi total sembilan sesi yang dihadiri oleh perwakilan dari komunitas internasional serta keluarga Khashoggi,” katanya.

    Pembunuhan Khashoggi mengguncang dunia pada saat Arab Saudi dan Pangeran Mohammed, mendorong kampanye hubungan masyarakat yang agresif untuk mengubah citra kerajaan ultrakonservatif sebagai negara modern. PBB dan kelompok-kelompok hak asasi manusia telah menyerukan penyelidikan independen atas pembunuhan tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id