comscore

Koordinasi Antar Negara Berpenduduk Muslim Mampu Hadapi Radikalisme

29 April 2017 19:14 WIB
Koordinasi Antar Negara Berpenduduk Muslim Mampu Hadapi Radikalisme
Konferensi international mengenai Islam dan tantangannya (Foto: Dok.KBRI Amman).
medcom.id, Amman: Tantangan bagi dunia Islam saat ini makin luas. Ulama serta cendikiawan Indonesia dan Yordania bersatu merumuskan apa yang bisa dilakukan menghadapi tantangan ini.
 
Mewakili Raja Abdullah II, Ketua Mahkamah Islam Kerajaan Yordania, Abdul Karim Khasawneh membuka konferensi "International Conference on Islam and Its Contemporary Challenges" yang berlangsung di Amman-Yordania, 28–29 April 2017.
 
Konperensi yang diinisiasi oleh kalangan ulama dan cendikiawan Yordania dan Indonesia ini merupakan pertemuan lanjutan dari konperensi yang pernah diadakan di Jakarta, pada tanggal 23-24 April 2013, yang mengangkat tema "Islam is culture and peace in the shadows of the Amman Message”. Dalam sambutannya, Khasawneh menekankan bahwa banyak tantangan yang dihadapi negara-negara Islam dan menyerukan perlunya kerja sama untuk mengatasinya.
 
Ketua Komite Persiapan Konferensi, Abdulsalam Al Abbadi dalam sambutannya mengatakan bahwa konferensi ini membahas 35 makalah penelitian tentang bagaimana memerangi tantangan yang dihadapi umat Islam dari berbagai negara, yang menyoroti bahwa ketidaktahuan akan Islam adalah tantangan yang paling menonjol.
 
Abbadi juga mengatakan bahwa enam sesi konferensi membahas tantangan terorisme dan cara untuk menghadapinya, isu-isu Muslim kontemporer, sektarian, globalisasi dan Islamofobia, isu wanita Muslim, di samping masalah kemiskinan dan pengangguran dan pencapaian pembangunan, integrasi dan solidaritas Islam.
 
Konferensi Islam di Amman ini dihadiri sekitar 400 cendikiawan Muslim dari 15 negara diwilayah Timur Tengah dan Afrika. Untuk Asia hanya diwakili oleh Indonesia yang dipimpin langsung oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA yang didampingi oleh 12 rektor dan pimpinan berbagai perguruan tinggi nasional, yang semuanya juga tampil sebagai pemakalah pada pertemuan tersebut.
 
"Pentingnya umat Islam dalam memanfaatkan globalisasi dan kemajuan teknologi informasi untuk memberi perspektif positif tentang isu isu seperti hak asasi manusia, demokrasi, kesetaraan gender, ekstrimisme dan radikalisme. Khususnya melalui pengarusutamaan atas pemahaman keagamaan yang moderat untuk merawat dan memperkokoh persatuan umat Islam," ujar Prof. Dr. Kamaruddin Amin, MA, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 29 April 2017.
 
"Islam sebagai agama universal dan sumber otoritas Islam (Quran dan sunnah) tetap sama dimanapun. Namun artikulasi dan manifestasinya bisa berbeda beda karena Islam harus merespons dan berdialog dengan kebutuhan zaman dan tempat di mana Islam akan dimplementasikan," imbuhnya. 
 
Pandangan ini sejalan dengan semangat "Amman Message" dalam menemukan signifikansi dan relevansi untuk menginspirasi keberagamaan yang sesuai dengan modernitas, demokrasi dan menghargai perbedaan dan kemajukan.
 
Amman Message atau Risalah Amman adalah sebuah deklarasi yang diterbitkan pada 9 November 2004 oleh Raja Yordania, Abdullah II yang menyerukan sikap toleransi dan persatuan di dunia Islam. Risalah Amman tersebut ditandatangani oleh sekitar 500 ulama dan cendikiawan Muslim dari 84 negara di dunia.

Koordinasi Antar Negara Berpenduduk Muslim Mampu Hadapi Radikalisme
Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto (Foto: Dok.KBRI Amman).
 
Sementara Dubes RI untuk Yordania, Andy Rachmianto meski baru dua hari tiba di Amman turut mendampingi Delegasi Indonesia pada konperensi Islam Internasional tersebut. Menurut Dubes Andy, pentingnya kerja sama dan koordinasi yang erat antar negara berpenduduk Muslim di dunia dalam menghadapi krisis radikalisme dan ektremisme. 
 
"Diharapkan melalui konperensi ini bisa menciptakan Islam yang moderat, Islam yang Rahmatan lil Alamin. Sehingga tantangan global yang dihadapi umat Islam di dunia dapat dihasilkan melalui konperensi ini," tutup Dubes yang pernah menjabat sebagai Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kemenlu RI ini.
 

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id