Serangan Kelompok Bersenjata Tewaskan 20 Orang di Kongo

    Arpan Rahman - 31 Desember 2019 15:27 WIB
    Serangan Kelompok Bersenjata Tewaskan 20 Orang di Kongo
    Pasukan separatis yang diduga berada di balik serangan di wilayah timur Kongo. Foto: UN
    Beni: Militan menewaskan 20 orang, sebagian besar dari mereka dipenggal hingga tewas di wilayah Beni, sebelah timur Republik Demokratik Kongo. Aksi brutal ini menjadi serangan terbaru oleh kelompok bersenjata yang dipersalahkan atas pembantaian yang memicu protes kemarahan.

    Para pejabat setempat mengatakan para pejuang dari Allied Democratic Forces (ADF), milisi yang berasal dari negara tetangga Uganda, pada Minggu menyerang Apetina-Sana di barat Oicha, ibu kota administratif di wilayah Beni.

    "Ada serangan di Apetina-Sana oleh ADF tadi malam," kata administrator Beni, Donat Kibwana, kepada AFP.

    "(Mereka) memenggal 18 warga sipil sampai mati," ucapnya.

    Pejabat setempat kemudian menemukan dua mayat lagi selama pencarian setelah serangan itu, sehingga totalnya menjadi 20 korban.

    Apetina-Sana adalah bagian dari apa yang disebut daerah segitiga maut (Triangle of Death), bersama dengan Mbau dan Eringeti -- daerah yang paling parah terkena serangan oleh ADF.

    Militan ADF telah menewaskan lebih dari 200 orang sejak tentara melancarkan serangan terhadap milisi pada 30 Oktober, menurut jumlah korban yang dikumpulkan oleh kelompok masyarakat sipil.

    Lonjakan korban dipicu kemarahan atas balasan pihak berwenang. "Pihak berwenang diberitahu pada Minggu malam tentang keberadaan orang-orang yang mencurigakan di barat Oicha," kata Teddy Kataliko, seorang aktivis di Beni.

    "Kami terus meminta angkatan bersenjata DRC untuk memulai operasi di sisi barat juga, untuk menyelamatkan warga sipil," tuturnya, dirilis dari AFP, Selasa 31 Desember 2019.

    Timbul demonstrasi di kota Beni, di mana penduduk setempat menuduh pasukan penjaga perdamaian PBB MONUSCO gagal melindungi mereka.

    ADF dimulai sebagai pemberontakan militan yang menentang Presiden Uganda Yoweri Museveni. Mereka terjun kembali ke DR Kongo timur pada 1995 dan tampaknya telah menghentikan penggerebekan di Uganda. Rekrutmennya dewasa ini adalah orang-orang dari berbagai negara.

    Dalam insiden terpisah di Kongo timur, Senin, "bandit bersenjata" menyerang sebuah pangkalan yang digunakan oleh tambang emas milik Tiongkok, menewaskan empat orang, kata militer.

    Menurut Letnan Jules Ngongo, serangan itu terjadi di distrik Irumu di provinsi timur laut Ituri. Dua tentara, seorang polisi dan seorang pengemudi untuk ranjau telah terbunuh.

    "Para penyerang belum sepenuhnya diidentifikasi tetapi mereka harusnya adalah penjahat bersenjata yang mencari pasokan selama perayaan akhir tahun," pungkas Ngongo.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id