comscore

Kalah, Desakan Hitung Ulang dari Partai Erdogan Ditolak

Fajar Nugraha - 09 April 2019 14:26 WIB
Kalah, Desakan Hitung Ulang dari Partai Erdogan Ditolak
Partai oposisi Turki, CHP, merayakan kemenangan di dua pemilu daerah di Turki. (Foto: AFP).
Istanbul: Komisi Pemilihan Tinggi Turki menolak permintaan oleh Partai AK (AKP) untuk menghitung ulang seluruh hasil pemilihan daerah Istanbul. Ini merupakan sebuah pukulan bagi partai yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga: Partai Erdogan Minta Raihan Suara di Istanbul Dihitung Ulang.
Anggota komisi pemilihan pada Selasa 9 April menegaskan bahwa mereka menolak dilakukannya penghitungan ulang. Meskipun Presiden Erdogan menyebut bahwa pemilihan lokal itu telah dinodai oleh ‘kejahatan terorganisir’.

Kekalahan tersebut membuat pihak oposisi unggul tipis dari AKP. Namun komentar keras Erdogan telah memicu turunnya nilai mata uang Lira dan anjloknya bursa saham Turki.

Perwakilan dewan pemilihan AKP Recep Ozel mengatakan kepada wartawan bahwa komisi hanya menyetujui penghitungan ulang 51 kotak suara, yang tersebar di 21 dari total 39 kabupaten kota. Setiap kotak suara umumnya berisi beberapa ratus suara.

“Kami meminta penghitungan ulang penuh di distrik Buyukcekmece, tetapi dewan belum memutuskan permintaan itu,” kata Ozel, seperti dikutip Euronews, Selasa, 9 April 2019.

AKP Erdogan telah kehilangan kekuasaan di ibu kota Ankara karena oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP). AKP juga telah mengajukan banding beberapa tahap penghitungan di Istanbul yang menunjukkan kemenangan CHP yang sempit.

AKP yang berakar pada Islam sedang terhuyung-huyung dari potensi kehilangan kedua kota, yang diatur oleh partai dan para pendahulunya selama seperempat abad. Erdogan sendiri menjadi terkenal sebagai Wali Kota Istanbul pada 1990-an sebelum muncul sebagai pemimpin Turki.

Erdogan mengatakan skala ketidakberesan pemilihan yang diungkap partainya berarti margin suara di antara dua kandidat teratas Istanbul terlalu sempit. Saat ini kurang dari 15.000 di kota dengan 10 juta pemilih, dinilai terlalu minim bagi oposisi untuk mengklaim kemenangan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id