Pihak Bertikai di Yaman Rencanakan Gencatan Senjata di Hodeidah

    Arpan Rahman - 16 Juli 2019 18:08 WIB
    Pihak Bertikai di Yaman Rencanakan Gencatan Senjata di Hodeidah
    Pasukan pemberontak Houthi masih menguasai Kota Sanaa di Yaman. (Foto: AFP).
    Sana'a: Para pihak yang bertikai di Yaman telah menyetujui langkah-langkah baru. Yaitu menegakkan gencatan senjata dan memfasilitasi penarikan mundur pasukan dari medan tempur pelabuhan Hodeidah.

    Perwakilan dari gerakan Houthi dan Pemerintah Yaman bertemu di sebuah kapal PBB di Laut Merah. Mereka mengadakan pembicaraan pada Minggu dan Senin.

    PBB berupaya menengahi penarikan pasukan dari Hodeidah -- titik masuk utama untuk makanan dan bantuan kemanusiaan -- sehingga manajemen yang diawasi PBB dapat mengambil alih.

    Perang selama empat tahun di Yaman menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan jutaan orang di ambang kelaparan. Pernyataan itu mengatakan kedua pihak ingin mengurangi permusuhan sesudah meningkatnya pelanggaran gencatan senjata di Hodeidah.

    "Mereka menyepakati mekanisme dan langkah-langkah baru untuk memperkuat gencatan senjata dan de-eskalasi, agar diberlakukan secepat mungkin," katanya, dirilis dari Al Jazeera, Selasa 16 Juli 2019. Tidak ada rincian lebih lanjut soal mekanisme tersebut.

    Kedua pihak dipertemukan sebagai anggota Komite Koordinasi Penempatan Kembali, sebuah badan yang dibentuk PBB dan diketuai oleh Letnan Jenderal asal Denmark Michael Lollesgaard untuk mengawasi gencatan senjata dan mundurnya pasukan.

    Komite itu menyelesaikan kesepakatan konseptual tentang penarikan pasukan, yang sekarang membutuhkan dukungan para pemimpin politik, kata pernyataan tersebut.

    “Para pemimpin politik juga harus menyetujui pasukan keamanan lokal, otoritas lokal, dan sumber-sumber penghasilan,” imbuh pernyataan PBB, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Menarik pasukan

    Pertemuan, yang terakhir diadakan pada Februari, dimulai pada Minggu di kapal Antarctic Dream di Laut Merah, sekitar 30 kilometer dari Hodeidah di pantai barat Yaman.

    PBB menyewa kapal di wilayah netral antara kedua pihak yang berseteru dapat mengadakan pertemuan dua hari.

    Pihak pemerintah dan pemberontak Houthi diperintahkan menarik pasukan dari Hodeidah sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dicapai Desember lalu di ibu kota Swedia, Stockholm.

    Pengunduran seharusnya terjadi dua pekan setelah gencatan senjata diberlakukan pada 18 Desember, tetapi tenggat waktu itu terlewatkan.

    Pada Mei, PBB mengumumkan para pemberontak telah menarik diri dari Hodeidah dan dua pelabuhan terdekat lainnya, langkah praktis pertama di lapangan sejak perjanjian gencatan senjata.

    Tetapi pemerintah menuduh milisi pura-pura mundur, berkilah bahwa mereka hanya menyerahkan kendali kepada sekutunya.

    Lollesgaard mengkonfirmasi pada Juni bahwa tidak ada kehadiran militer Houthi di ketiga pelabuhan sejak penarikan mereka sebulan sebelumnya.

    Titik masuk bantuan

    PBB berharap deeskalasi di Hodeidah akan memungkinkan makanan dan bantuan medis yang sangat dibutuhkan bisa mencapai jutaan warga yang membutuhkan di Yaman.

    Pelabuhan Laut Merah menjadi pintu masuk bagi sebagian besar barang impor dan bantuan kemanusiaan ke Yaman, yang oleh PBB digambarkan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

    Konflik di Yaman pecah pada akhir 2014 ketika pemberontak Houthi merebut sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sana'a.

    Puluhan ribu orang telah tewas sejak koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi-UEA melakukan intervensi mendukung pemerintah yang terkucil pada Maret 2015, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

    Pertempuran juga telah memaksa jutaan orang lari dari rumah mereka dan meninggalkan 24,1 juta -- lebih dari dua pertiga populasi -- yang membutuhkan bantuan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id