Tiga Personel Militer AS Tewas dalam Serangan di Kenya

    Fajar Nugraha - 06 Januari 2020 06:38 WIB
    Tiga Personel Militer AS Tewas dalam Serangan di Kenya
    Pasukan Kenya mendapatkan pelatihan dari militer Amerika Serikat (AS). Foto: AFP
    Nairobi: Kelompok militan Al-Shabaab melancarkan serangan di sepanjang perbatasan Somalia dan Kenya. Akibatnya, tiga personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas.

    Kelompok bersenjata itu menyerbu melewati perimeter di sekitar Pangkalan Militer Manda Bay. Serangan menghancurkan beberapa pesawat AS dan sejumlah kendaraan sebelum pasukan AS dan Kenya memukul balik mereka.

    “Tiga yang tewas adalah seorang prajurit AS dan dua kontraktor. Dua kontraktor lainnya terluka,” ujar pernyataan pihak Komando AS di Afrika (AFRICOM), seperti dikutip AFP, Senin 6 Januari 2020.

    Kelompok militan al-Shabab mengklaim bertanggung jawab atas serangan sebelum Subuh pada Minggu 5 Januari. Dikatakan pihaknya telah mengambil alih sebagian pangkalan itu, menewaskan 17 orang Amerika dan sembilan warga Kenya. Klaim ini menurut AFRICOM terlalu dibesar-besarkan.

    Pangkalan udara itu berada di kota pesisir Lamu. Saksi mata melaporkan mendengar ledakan keras di tengah malam dan melihat gumpalan asap besar membubung dari daerah tersebut.

    Pasukan AS selama ini memberikan  pelatihan kontraterorisme untuk pasukan di Afrika Timur. Al-Shabab telah berupaya berkali-kali menggulingkan pemerintah Somalia dan mengubah Somalia menjadi negara dengan syariat yang ketat.

    Al-Shabab juga telah meluncurkan sejumlah serangan di dalam negara tetangga Kenya, khususnya terhadap warga sipil.

    Richard Tuta, seorang pakar keamanan, yang berbasis di Nairobi, mengatakan Al-Shabab sedang mencari pengakuan ketika ketegangan AS-Iran tumbuh setelah serangan udara AS yang menewaskan komandan Pasukan Garda Revolusi Iran (Quds), Jenderal Qassem Soleimani.

    "Mereka sadar saat ini fokusnya adalah pada serangan balasan sebagai akibat dari apa yang terjadi di Baghdad. Jadi bagi mereka, ini merupakan kesempatan bagi mereka juga untuk mengubah citra diri mereka sendiri secara internasional. Itulah sebabnya terlepas dari kenyataan bahwa mereka tahu betul bahwa mereka akan pergi untuk kehilangan, tetapi mereka harus melakukannya untuk mengubah citra diri mereka sendiri secara internasional,” kata Tuta.

    Tetapi seorang Juru Bicara al-Shabab mengatakan kepada Associated Press bahwa serangan Minggu tidak ada hubungannya dengan peristiwa antara Amerika Serikat dan Iran. Al-Shabab adalah kelompok Muslim Sunni sementara sebagian besar Muslim Iran adalah Syiah.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id