180 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Hutan Australia

    Arpan Rahman - 08 Januari 2020 14:16 WIB
    180 Orang Ditangkap Terkait Kebakaran Hutan Australia
    Asap hitam terlihat dari salah satu titik kebakaran hutan di New South wales, Australia, 7 Januari 2020. (Foto: AUSTRALIAN DEPARTMENT OF DEFENCE/AFP / Handout)
    Canberra: Lebih dari 180 warga Australia ditangkap atas tuduhan pembakaran yang memicu krisis kebakaran hutan. Krisis yang dimulai sejak September tahun lalu itu telah menewaskan 26 orang dan menghancurkan lebih dari 1.500 rumah.

    Banyak pihak awalnya meyakini penyebab kebakaran hutan di Australia adalah perubahan iklim semata. Namun setelah angka penangkapan ini terungkap, penyebab kebakaran hutan di Australia mungkin merupakan gabungan beragam faktor.

    Disitir dari The Sun, Selasa 7 Januari 2020, total 101 orang di Queensland telah ditangkap terkait kebakaran hutan. Penangkapan juga dilakukan terhadap 24 orang di New South Wales, 43 di Victoria, lima di Tasmania dan 10 di Australia Selatan.

    Sekitar 1.500 hingga 2.000 rumah hancur dalam krisis kebakaran hutan ini. Pekan kemarin, temperatur udara di Sydney akibat kebakaran hutan sempat mencapai 50 derajat Celcius.

    Penangkapan 180 orang telah memicu perdebatan di Australia. Sebagian orang masih meyakini kebakaran hutan di Australia diakibatkan perubahan iklim, sedangkan sejumlah lainnya bersikap skeptis.

    "Pembakaran bukan disebabkan perubahan iklim," ucap anggota parlemen Liberal Craig Kelly.

    Di New South Wales, sedikitnya 9 orang tewas akibat kebakaran hutan sejak Oktober lalu. Sebanyak 29 dari total titik api tersebut berasal dari pembakaran yang disengaja.

    "Investigasi mengenai penyebab dan dampak kebakaran masih berlanjut," kata juru bicara Kepolisian New South Wales.

    "Selama penyelidikan berlanjut, polisi meminta masyarakat untuk memberikan rekaman video atau foto yang dapat memperlihatkan penyebab kebakaran," lanjutnya.

    Sementara itu, tiga rumah warga negara Indonesia di Australia hangus dilalap kebakaran hutan. "Ada dua WNI di New South Wales yang rumahnya terbakar. Keduanya sudah dievakuasi ke tempat aman. Di Melbourne, ada satu orang (WNI)," kata Duta Besar RI untuk Australia, Kristiarto Legowo.

    Terdapat hampir 70 ribu WNI di Australia, yang mayoritasnya merupakan mahasiswa. Kebanyakan dari mereka tinggal di pusat-pusat kota yang dekat dengan kampus.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id