Serangan di Dua Desa Mali Tewaskan 38 Orang

    Willy Haryono - 19 Juni 2019 06:49 WIB
    Serangan di Dua Desa Mali Tewaskan 38 Orang
    Warga berada di dekat liang lahat yang baru digali untuk korban penyerangan di Sobane-Kou, Mali, 11 Juni 2019. (Foto: AFP/STR)
    Bamako: Tiga puluh delapan orang tewas dan banyak lainnya terluka dalam serangan terhadap desa etnis Dogon di Mali pusat. Ini merupakan kelanjutan dari siklus kekerasan yang melanda salah satu negara di kawasan Sahel.

    Belum ada grup yang bertanggung jawab atas serangan yang terjadi pada Senin 17 Juni itu. Namun sepanjang tahun ini, pembantaian beberapa kali terjadi di Mali yang merupakan perselisihan antara masyarakat etnis Dogon dengan Fulani.

    "Serangan teroris pada Senin malam terjadi di desa Gangafani dan Yoro, tidak jauh dari perbatasan Burkina Faso. Angka resmi korban tewas adalah 38, dan sejumlah orang dilaporkan terluka," ucap pernyataan pemerintah Mali, dilansir dari laman AFP, Selasa 18 Juni 2019.

    "Pasukan pertahanan dan keamanan telah dikerahkan ke lokasi serangan untuk melindungi masyarakat beserta properti mereka masing-masing, dan juga untuk melacak para pelaku penyerangan," lanjutnya.

    Goundjou Poudiougou, seorang pejabat setempat, mengatakan pihaknya telah menghitung jumlah jenazah dari kedua desa. "Para pelaku adalah teroris karena mereka membunuh dan mengoyak jasad korban. Mereka juga membakar hasil pertanian," kata Poudiougou.

    Sebelumnya pada bulan ini, pembantaian di sebuah desa Dogon lainnya, Sobane Da, menewaskan 35 orang. Pembantaian itu memicu kekhawatiran mengenai adanya serangan balasan terhadap komunitas lawan.

    "Serangan kali ini sama seperti yang terjadi di Sobane Da. Warga dan hewan ternak menjadi sasaran serangan," ucap Adama Dionko, juru bicara asosiasi Dogon di Mali.

    "Kami meminta pemerintah pusat untuk memberikan kami jaminan keamanan yang lebih kuat," sambungnya.

    Sementara itu pasukan Mali melaporkan via Twitter bahwa sebuah patroli militer disergap kelompok bersenjata di wilayah Gossi. Serangan tersebut menimbulkan "korban jiwa dan juga kerugian materi."

    Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mali (MINUSMA) pada 16 Mei lalu mengumumkan sedikitnya 488 orang tewas akibat aksi kekerasan sejak Januari 2018.

    Baca: Serangan di Mali Tewaskan 95 Jiwa

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id