Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Berniat Bunuh Khashoggi

    Fajar Nugraha - 08 Februari 2019 10:49 WIB
    Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Berniat Bunuh Khashoggi
    Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman disebut sempat mengancam bunuh Khashoggi. (Foto: AFP).
    Washington: Setahun sebelum jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi terbunuh, Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan kepada seorang ajudan bahwa ia akan menggunakan ‘peluru’ pada wartawan itu. Laporan ini disampaikan oleh the New York Times.

    Menurut the Times, ancaman itu disampaikan jika Khashoggi tidak kembali ke Arab Saudi dan mengakhiri kritiknya terhadap pemerintah. Khashoggi menetap di AS dan menjadi koresponden untuk the Washington Post.

    Baca juga: Pelapor Khusus PBB Selidiki Kasus Khashoggi di Turki.

    “Komentar putra mahkota kepada ajudannya disampaikan di tahun 2017 sebelum Khashoggi dibunuh Oktober lalu di sebuah konsulat Arab Saudi di Istanbul,” The New York Times melaporkan, seperti dikutip AFP, Jumat, 8 Februari 2019.

    Laporan itu sendiri didasarkan pada keterangan pejabat saat ini dan mantan pejabat AS. Serta pihak asing yang memiliki pengetahuan tentang laporan intelijen. “Komentar itu sempat dicegat oleh agen intelijen Amerika,” lapor surat kabar itu.

    “Analis intelijen AS telah menafsirkan komentar ‘Peluru’ secara metaforis, yang berarti putra mahkota tidak berarti menembak Khashoggi, tetapi mereka berpikir itu menunjukkan niatnya untuk membunuh wartawan jika dia tidak kembali ke kerajaan,” kata Times.

    Arab Saudi, yang awalnya menyangkal mengetahui hilangnya Khashoggi , sempat memberikan penjelasan yang kontradiktif. Mereka juga dengan tegas bersikeras bahwa pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan itu.

    Tidak ada komentar dari perwakilan untuk Kedutaan Besar Saudi di Washington dan juga dinas intelijen AS, CIA mengenai keterangan dari the New York Times. Badan-badan intelijen AS sebelumnya meyakini putra mahkota memerintahkan operasi untuk membunuh Khashoggi.

    Baca juga: Lima Tersangka Pembunuh Khashoggi Dituntut Hukuman Mati.

    Laporan New York Times diterbitkan satu hari sebelum tenggat waktu kongres bagi Gedung Putih untuk menyerahkan laporan apakah putra mahkota memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan jika bermaksud memberlakukan sanksi pada penguasa de facto.

    Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada 17 pejabat Saudi atas peran mereka dalam kematian wartawan itu, tetapi Presiden AS Donald Trump mengatakan dia mendukung putra mahkota.

    Penyelidik hak asasi manusia PBB yang menyelidiki pembunuhan Khashoggi sedang dalam kunjungan selama seminggu ke Turki dan dijadwalkan untuk bertemu dengan kepala jaksa Istanbul pada Kamis.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id