157 Orang Tewas dalam Bentrokan saat Protes Irak

    Fajar Nugraha - 23 Oktober 2019 07:08 WIB
    157 Orang Tewas dalam Bentrokan saat Protes Irak
    Protes menentang pemerintah di Irak telah menewaskan 157 jiwa. Foto: AFP
    Baghdad: Penyelidikan resmi Pemerintah Irak terkait protes antipemerintah yang berujung kerusuhan, mencuatkan jumlah korban tewas mencengangkan. Dipastikan 157 jiwa tewas selama kurun waktu 1 hingga 6 Oktober saat protes berlangsung.

    Jumlah korban resmi termasuk 149 warga sipil dan delapan anggota pasukan keamanan yang tewas selama protes di Baghdad dan di seluruh provinsi selatan.

    “Pemerintah bertanggung jawab atas 111 orang yang tewas, hampir semuanya adalah pengunjuk rasa,” menurut penyelidikan, seperti dikutip AFP, Rabu, 23 Oktober 2019.

    “Sekitar 70 persen dari kematian disebabkan oleh luka tembak di kepala atau dada,” menurut temuan tersebut.

    Kini Irak pun bersiap dengan rencana aksi protes baru yang akan berlansung pada Jumat.

    Diketahui, empat personel keamanan tewas di Baghdad, di mana bentrokan pada awalnya berpusat di sekitar Lapangan Tahrir yang ikonik setelah pengunjuk rasa terkait dengan permintaan pekerjaan, layanan, dan pemberantasan korupsi.

    Belakangan kerusuhan di ibu kota memuncak di Kota Sadr, yang menghadapi malam kekerasan berdarah. Pihak berwenang membentuk komisi penyelidikan yang tinggi untuk menyelidiki, setelah awalnya hanya mengakui pasukan keamanan menggunakan kekuatan berlebihan hanya dalam beberapa kasus.

    Dalam laporannya, penyelidikan menyalahkan beberapa kematian pada pasukan keamanan, tetapi juga menyebutkan ‘penembak’ lainnya, tanpa mengidentifikasi mereka.

    Sejak awal, pihak berwenang menuduh ‘penembak jitu tak dikenal’ ditempatkan di atap rumah yang menghadap ke pemrotes dan pasukan keamanan atas kematian.

    Penyelidikan juga mengumumkan pemecatan komandan di seluruh pasukan keamanan, termasuk dari tentara, polisi, anti-teror, anti-kerusuhan, anti-kejahatan, intelijen dan unit keamanan nasional.

    Para komandan ditempatkan di Baghdad dan provinsi di selatan ibukota termasuk Diwaniyah, Misan, Babel, Wasit, Najaf dan Dhi Qar. Pemecatan mereka harus dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Adel Abdel Mahdi, yang menghadapi tekanan publik menjelang ulang tahun pertama kabinetnya pada Jumat.

    Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan warga Irak dapat memposting di media sosial, menuduh pasukan keamanan bertanggung jawab atas kematian pengunjuk rasa.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id