Telat Naik Ethiopian Airlines, Pria Ini Merasa Beruntung

    Arpan Rahman - 11 Maret 2019 17:00 WIB
    Telat Naik Ethiopian Airlines, Pria Ini Merasa Beruntung
    Petugas bekerja di lokasi kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines ET302 di dekat kota Bishoftu, Ethiopia, 10 Maret 2019. (Foto: AFP/MICHAEL TEWELDE)
    Addis Ababa: Seorang pria asal Yunani hampir menjadi korban tewas ke-158 dalam kecelakaan fatal pesawat maskapai Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan ET302 di dekat kota Bishoftu, Ethiopia, Minggu 10 Maret. Ia selamat karena terlambat datang dua menit ke gerbang keberangkatan.

    Pesawat Ethiopian Airlines ET302 jatuh enam menit usai lepas landas dari bandara Addis Ababa menuju Nairobi, Kenya. Penyebab kecelakaan belum diketahui.
    "Saya sempat kesal karena tidak ada yang membantu saya mencapai gerbang (keberangkatan) tepat waktu," kata Antonis Mavropoulos dalam sebuah tulisan di Facebook dengan judul 'Hari Keberuntungan.'

    Dalam tulisannya tersebut, Antonis mengunggah foto tiket pesawat Ethiopian Airlines ET302 sebagai bukti. Dia hendak menaiki pesawat tersebut untuk menghadiri konferensi Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Nairobi, Kenya.

    Dalam laporan di Athens News Agency, Antonis disebut sebagai presiden dari International Solid Waste Association, sebuah organisasi nirlaba. Usai gagal menaiki ET302, Antonis memesan penerbangan berikutnya, namun dihentikan staf bandara.

    "Mereka malah membawa saya ke pos polisi di bandara. Petugas meminta saya untuk tidak protes, tapi berdoa kepada Tuhan karena saya satu-satunya penumpang yang tidak naik ke penerbangan ET302 yang dinyatakan hilang kontak saat itu," papar Antonis, seperti disitir dari laman The Quint, Senin 11 Maret 2019.

    Dia mengaku sangat terkejut saat mendengar informasi ET302 telah jatuh. Otoritas bandara menjelaskan kepada Antonis bahwa dirinya perlu menjawab sejumlah pertanyaan mengenai mengapa tidak naik ke pesawat ET302.

    "Mereka bilang saya tidak bisa pergi dulu karena harus memeriksa lebih mendalam mengenai identitas saya, alasan tidak naik pesawat dan lainnya," sebut Antonis.

    Ethiopian Airlines mengatakan penumpang pesawat ET302 berasal dari 35 negara. Seorang sumber mengatakan belasan staf PBB menjadi korban tewas kecelakaan tragis tersebut.

    Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui KBRI Roma mengonfirmasi ada seorang warga negara Indonesia dalam penerbangan ET302. WNI itu diketahui sebagai seorang wanita staf World Food Programme, salah satu organisasi terafiliasi PBB.

    Kepala WFP David Beasley mengonfirmasi ada tujuh stafnya yang tewas dalam kecelakaan. Dalam daftar nama di keterangan tertulis WFP, tercantum seorang WNI bernama Harina Hafitz, staf yang ditugaskan di Roma, Italia.

    Baca: PBB Konfirmasi Identitas WNI Korban Tragedi Ethiopian Airlines



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id