WNI Tempuh Perjalanan 1.400 KM Demi Mencoblos di Ankara

    Marcheilla Ariesta - 15 April 2019 11:08 WIB
    WNI Tempuh Perjalanan 1.400 KM Demi Mencoblos di Ankara
    Proses pemungutan suara di KBRI Ankara, Turki, 13 April 2019. (Foto: KBRI Ankara)
    Ankara: Warga negara Indonesia (WNI) di Turki berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara di Ankara, Turki. Mereka yang sebagian besar adalah mahasiswa itu datang dari berbagai penjuru Turki.

    Salah seorang mahasiswa dari Universitas Recep Tayyip Erdogan, Muhammad Rifqi, mengaku harus menempuh jarak 900 kilometer untuk bisa mencapai Ankara demi bisa mencoblos. 

    "Dari segi jarak sesungguhnya lebih dekat ke Ibu Kota Georgia, Tiblsi, di wilayah Caucasus atau Ibu Kota Kurdistan, Erbil. Sayang di kedua kota tersebut tidak ada TPS," demikian dikutip dari pernyataan KBRI Ankara, yang diterima Medcom.id, Senin 15 April 2019.

    Pemilu 2019 memang berbeda dari pesta demokrasi sebelumnya. Bukan saja karena pemilihan presiden digabungkan dengan legislatif, tetapi antusiasme pemilih untuk menggunakan hak suara juga meningkat. 

    Perjuangan serupa juga dialami mahasiswa lainnya. Selain dari kota Rize, sejumlah mahasiswa juga datang dalam rombongan bus dari Sakarya, sekitar empat jam perjalanan menuju Ankara. 

    Ada pula cerita Robi, wisatawan asal Malang, Jawa Timur, yang sudah hampir sebulan berwisata mandiri bersama istrinya ke berbagai negara Kaukasus dan Asia Tengah. Mendekati hari pencoblosan, 13 April 2019, mereka menghubungi KBRI Ankara dan meminta dihubungkan dengan PPLN Ankara. 

    Akhirnya mereka terdaftar resmi di Daftar Pemilih Khusus (DPK). Mereka menggunakan surat suara cadangan yang disediakan, dengan jumlah sekitar 2 persen dari jatah bagi Daftar Pemilih Tetap (DPT). Robi bergerak ke Ankara dari Georgia dengan menempuh perjalanan darat 1.400 KM, yang memakan waktu hampir dua hari.

    WNI Tempuh Perjalanan 1.400 KM Demi Mencoblos di Ankara
    WNI berdatangan ke KBRI Ankara. (Foto: KBRI Ankara)

    PPLN Ankara, bekerja sama dengan KBRI dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara, mencoba membuat suasana di TPS semeriah mungkin. Selain menyediakan photo booth dan makanan ringan ala Turki, selama pemungutan suara juga diadakan lomba swafoto dengan berbagai macam hadiah menarik. 

    "Dengan dukungan semua pihak, khususnya KBRI dan PPI, kami mencoba membuat hari pemungutan suara benar-benar seperti pesta demokrasi. Ini menambah antusiasme pemilih. Ini lebih mirip Lebaran daripada sebuah peristiwa politik," ujar Siti Aisyah, Ketua PPLN Ankara yang juga mahasiswa S3 di salah satu kampus di Ankara. 

    TPS Ankara dibuka pada 13 April mulai pukul 08.00 dan ditutup hingga pemilih terakhir yang hadir menjelang pukul 19.00. Dari total 249 WNI yang terdaftar akan memilih di TPS Ankara, 76,41 persen menggunakan hak pilihnya. 

    Sementara itu, 705 WNI lainnya memilih untuk menyalurkan hak suara mereka melalui metode Pos. Seperti yang sudah diatur Komisi Pemilihan Umum, PPLN Ankara dan PPLN lainnya akan menghitung suara pada Rabu 17 April mendatang, bersamaan dengan pemungutan suara di Tanah Air.

    Baca: Keseruan Pencoblosan Ala Vintage di TPS Islamabad




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id