Turki Lanjutkan Invasi, 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi

    Willy Haryono - 12 Oktober 2019 07:37 WIB
    Turki Lanjutkan Invasi, 100 Ribu Warga Suriah Mengungsi
    Pengungsi anak-anak tiba di provinsi Hassakeh, Suriah, Jumat 11 Oktober 2019. (Foto: AFP)
    Hassakeh: Sekitar 100 ribu orang melarikan diri dari rumah mereka masing-masing di Suriah utara seiring berlanjutnya operasi militer Turki ke wilayah yang dikuasai pasukan Kurdi.

    Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, banyak warga yang mengungsi ke sejumlah sekolah atau gedung lainnya di kota Hassakeh dan juga Tal Amer pada Jumat 11 Oktober.

    Turki mulai menginvasi Suriah utara pada Rabu 9 Oktober, setelah Presiden Donald Trump menarik sejumlah personel militer Amerika Serikat dari wilayah perbatasan Suriah.

    Dilansir dari laman BBC, Sabtu 12 Oktober 2019, sedikitnya sebelas warga sipil tewas dalam operasi terbaru Turki di Suriah. Sejumlah grup hak asasi manusia memperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.

    Puluhan milisi Kurdi dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan juga sejumlah faksi pro-Turki, telah tewas dalam pertempuran di perbatasan. Kematian pertama seorang prajurit Turki juga telah dikonfirmasi Ankara.

    Sejumlah analis menilai penarikan pasukan AS dari Suriah dipandang Turki sebagai "lampu hijau" untuk melancarkan invasi.

    Banyak wilayah di Suriah utara tidak dikuasai pemerintah pusat di Damaskus, yang merupakan imbas dari perang sipil sejak 2011. Wilayah-wilayah tersebut dikuasai SDF sejak 2015.

    SDF adalah mitra utama Washington dalam memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS). Namun Ankara menganggap milisi Kurdi YPG dan aliansinya, SDF, sebagai "teroris" yang mendukung gerakan pemberontakan di turki.

    Pemerintah Turki mengklaim operasi militer ke Suriah bertujuan untuk membentuk sebuah "zona aman" yang bebas dari milisi Kurdi. Zona aman itu juga diklaim nantinya dapat dihuni pengungsi Suriah.

    "Kami tidak akan menghentikan (operasi militer) ini," ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Jumat 11 Oktober.

    Salah satu kekhawatiran utama komunitas internasional mengenai invasi Turki ini adalah nasib ribuan tahanan militan ISIS. Operasi militer Suriah dikhawatirkan dapat membuat mereka semua terbebas dari penjara yang dioperasikan pasukan Kurdi.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id