Rusia Serahkan Keputusan Perdamaian Kepada Israel dan Palestina

    Marcheilla Ariesta - 12 Februari 2020 17:28 WIB
    Rusia Serahkan Keputusan Perdamaian Kepada Israel dan Palestina
    Ilustrasi (Foto:Medcom.id/M Rizal)
    Jakarta: Pemerintah Rusia menyerahkan keputusan perdamaian di Timur Tengah kepada Israel dan Palestina. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan pihaknya hingga kini masih memeriksa dengan hati-hati 181 halaman proposal 'Perjanjian Perdamaian Timur Tengah' yang diumumkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    "Posisi kami adalah masyarakat Palestina dan Israel harus memiliki keputusan akhir mengenai hal-hal penyelesaian perdamaian abadi karena berkaitan dengan masa depan mereka," kata Lyudmila dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu 12 Februari 2020.

    Dia mengatakan negaranya juga mengikuti respons negara lain, terutama negara-negara Arab. Menurutnya, sejauh ini negara-negara Timur Tengah memiliki penilaian negatif dan skeptis mengenai proposal perdamaian Trump tersebut.

    "Saya ingin mengingatkan bahwa semua hal, dokumen yang dibahas tercermin dalam kerangka hukum internasional untuk proses Timur Tengah, termasuk resolusi Dewan Keamanan PBB dan Majelis Umum, Madrid Principles, dan Arab Initiative," imbuhnya.

    Menurut Lyudmila, negaranya sangat siap untuk melakukan kerja sama konstruktif yang sejalan untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. "Kami siap memperketat koordinasi tindakan kami dengan mitra Palestina kami, terutama dengan semua pihak yang tertarik pada pencapaian cepat perdamaian abadi di Timur Tengah," pungkasnya.

    Di bawah rencana AS yang diluncurkan beberapa waktu lalu, Israel akan mempertahankan kendali atas kota Yerusalem yang disengketakan. AS menegaskan bahwa Yerusalem adalah’ibu kota yang tidak terbagi’ dan melampirkan pemukiman di tanah Palestina.
     
    Trump mengatakan, Palestina akan diizinkan untuk mendeklarasikan ibu kota di dalam Yerusalem timur yang dicaplok. Sedangkan OKI menegaskan kembali dukungannya untuk Yerusalem timur sebagai ibu kota negara Palestina masa depan.
     
    Dikatakan perdamaian hanya akan tercapai dengan berakhirnya pendudukan Israel, penarikan penuh dari wilayah Negara Palestina, khususnya kota suci Al-Quds Al-Sharif (Yerusalem) dan wilayah Arab lainnya yang diduduki sejak Juni 1967.
     
    Liga Arab pada Sabtu juga menolak rencana kontroversial itu, dengan mengatakan pada sebuah pertemuan di Kairo bahwa mereka tidak memenuhi ‘hak minimum’ Palestina.
     
    Mereka mendesak solusi dua negara yang mencakup negara Palestina berdasarkan perbatasan sebelum perang 1967 - ketika Israel menduduki Tepi Barat dan Gaza - dan dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id