Iran Peringatkan AS Mengenai Penyitaan Tanker

    Willy Haryono - 19 Agustus 2019 15:38 WIB
    Iran Peringatkan AS Mengenai Penyitaan Tanker
    Kapal supertanker milik Iran, Adrian Darya, berlayar meninggalkan Gibraltar, 18 Agustus 2019. (Foto: AFP/JOHNNY BUGEJA)
    Teheran: Iran mengaku telah memperingatkan Amerika Serikat mengenai usaha mereka dalam menyita sebuah kapal tanker milik Teheran, yang saat ini telah berlayar meninggalkan Gibraltar setelah sempat ditahan selama enam pekan.

    Kapal supertanker Grace 1 disita otoritas Inggris dan Gibraltar sejak Juli lalu. Iran lantas balik menyita Stena Impero, kapal tanker berbendera Inggris. Banyak pihak menilai penyitaan itu adalah langkah balasan Iran.

    Selang beberapa waktu, sebuah pengadilan di Gibraltar akhirnya memutuskan melepas Grace 1 pada Kamis kemarin.

    Namun AS mengeluarkan surat perintah dan meminta agar Grace 1 tetap disita. Grace 1, yang namanya kini diganti menjadi Adrian Darya, mengabaikan surat perintah dan tetap berlayar meninggalkan Gibraltar bersama jajaran kru baru.

    Baca: Kapal Tanker Iran Tinggalkan Gibraltar

    "Kami telah melayangkan peringatan kepada Amerika melalui saluran diplomatik resmi. Kami meminta mereka tidak melakukan kesalahan karena akan ada konsekuensinya," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi, disitat dari laman AFP, Senin 19 Agustus 2019.

    Berbicara kepada awak media, Mousavi membantah anggapan bahwa penyitaan Grace 1 dan Stena Impero saling terkait. "Tidak ada hubungan apapun antar dua kapal tersebut," tegas dia.

    "Ada dua hingga tiga pelanggaran yang dilakukan kapal tersebut," sebut Mousavi, merujuk pada Stena Impero.

    Menurut Mousavi, putusan pengadilan Gibraltar yang melepaskan Grace 1 adalah pukulan telak untuk "unilateralisme" AS. "Mereka seharusnya sadar bahwa unilateralisme tidak dapat digunakan di seluruh dunia," tutur Mousavi.

    Ketegangan terbaru antara Iran dan dunia Barat dimulai pada musim panas tahun lalu, saat Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015. Setelah menarik diri, Trump pun menjatuhkan rangkaian sanksi baru kepada Iran.

    Mousavi meminta negara-negara dunia untuk tidak menerima sanksi AS yang dijatuhkan kepada Iran. Ia menilai sanksi Washington terhadap Teheran "ilegal dan tidak berdasar."




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id