comscore

RI Genjot Kerja Sama Pariwisata dengan Yordania dan Palestina

Sonya Michaella - 25 Maret 2017 12:04 WIB
RI Genjot Kerja Sama Pariwisata dengan Yordania dan Palestina
Pertemuan antara KBRI Amman dan pelaku pariwisata Yordania-Palestina. (Foto: Dok. KBRI Amman)
medcom.id, Amman: Untuk menjajaki kerja sama pariwisata antara Indonesia, Yordania dan Palestina, KBRI Amman menghadiri travel expo Astindo Fair 2017 untuk lebih mengenal wisata masing-masing negara dan juga mempromosikan Indonesia.

"Pertemuan ini juga merupakan sarana yang tepat bagi para agen wisata kedua negara ini dalam mempromosikan Indonesia melalui kerja sama dengan agen wisata lokal, untuk saling mendapatkan keuntungan bersama," kata Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Andy Rachmianto.
Dalam keterangan tertulis KBRI Amman yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu 25 Maret 2017, pertemuan bisnis yang dipimpin oleh Ketua KADIN KT3-OKI Fachri Thaib, juga dihadiri oleh Dubes Yordania di Jakarta Walid Al Hadid, KUAI Kedutaan Palestina, Taher Hamad, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas upaya KBRI Amman membawa para pengusaha Yordania dan Palestina guna meningkatkan kunjungan wisatawan masuk dan keluar (inbound & outbound tourism) Indonesia.

RI Genjot Kerja Sama Pariwisata dengan Yordania dan Palestina

Dalam diskusi selanjutnya, dibahas isu-isu dan ide-ide terkait hambatan dan peluang di industri wisata ketiga negara tersebut. Antara lain adalah terkait adanya informasi-informasi yang salah mengenai propaganda negatif situasi keamanan di Yordania dan khususnya Palestina, yang banyak beredar di berbagai media.
Menurut keterangan para agen wisata Yordania dan Palestina, belum pernah terjadi insiden terkait keamanan terhadap para turis asing di kedua negara tersebut. Hal ini menjadi tugas mereka (travel agent) termasuk Kedubes Yordania dan Palestina di seluruh dunia untuk mengklarifikasi informasi-informasi tersebut, memperbaiki citra negara dalam memberikan kontribusi ekonomi kepada rakyatnya.

Terkait kunjunganoutbound turis Indonesia ke Yordania dan Palestina umumnya merupakan group wisata rohani. Mengingat tidak mudahnya perolehan visa, Dubes Yordania menyarankan kepada wisatawan Indonesia agar dapat berkunjung ke situs-situs rohani Yordania, karena di Yordania terdapat 6 dari 10 situs suci umat nasrani, antara lain adalah Gunung Nebo, Baptism Site di dekat Laut Mati.

Sementara, untuk penerbangan langsung Yordania-Indonesia, Dubes Yordania menyayangkan keputusan maskapai penerbangan Royal Jordanian untuk menghentikan rute tersebut sejak 1 Februari 2017 lalu.

Mengingat akan terdapat banyak peluang yang hilang, meskipun menyadari adanya persaingan ketat dari para maskapai di Timur Tengah lainnya, Dubes Yordania akan berupaya membujuk Royal Jordanian untuk memperimbangkan keputusannya tersebut.

"Sangat penting menjaga hubungan antara Indonesia-Yordania-Palestina, dan mengingat penerbangan langsung adalah salah satu sarana mendekatkan G2G (Government to Government), B2B (Business to Business), dan P2P (People to People)contact, maka bersama Dubes Al Hadid, saya akan mengupayakan kembali dibukanya rute penerbangan tersebut," tutur Dubes Andy.

Dubes Andy menyampaikan bahwa dirinya dan KBRI Amman akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Pariwisata RI dan pihak-pihak terkait lainnya, guna memformulasikan strategi terbaik bagi peningkatan kerja sama pariwisata antara Indonesia, Yordania, dan Palestina.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id