Presiden Iran: Kami Tak Ada Niat Buat Bom Atom

    Fajar Nugraha - 27 Agustus 2019 16:17 WIB
    Presiden Iran: Kami Tak Ada Niat Buat Bom Atom
    Presiden Iran Hassan Rouhani ingin AS ambil langkah awal hapus sanksi. Foto: AFP.
    Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kepada Amerika Serikat untuk ‘mengambil langkah pertama’ dengan mencabut semua sanksi terhadap Iran. Ini diucapkan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia terbuka untuk bertemu.

    Trump mengatakan pada Senin bahwa ia siap untuk bertemu dengan mitranya dari Iran dalam beberapa minggu, dalam sebuah terobosan potensial yang dicapai selama pertemuan puncak G7 di resor tepi laut Prancis, Biarritz.

    Ekonomi Iran telah terpukul oleh sanksi AS yang diberlakukan setelah Trump secara sepihak menarik Amerika Serikat pada Mei tahun lalu dari perjanjian nuklir penting 2015 antara republik Islam dan kekuatan dunia.

    "Langkahnya adalah mundur dari sanksi. Anda harus mundur dari semua sanksi ilegal. Tidak adil dan salah terhadap bangsa Iran," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pemerintah, seperti dikutip AFP, Selasa, 26 Agustus 2019.

    "Kunci untuk perubahan positif ada di tangan Washington," katanya, karena Iran telah mengesampingkan dan tidak pernah melakukan apa yang paling mengkhawatirkan AS, membangun bom nuklir.

    "Jika sejujurnya ini adalah satu-satunya kepedulian Anda, kekhawatiran ini telah dihapus melalui fatwa yang dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei,” kata Presiden Iran itu.

    "Kami tidak (bermaksud) membuat bom atom. Doktrin militer kami didasarkan pada senjata konvensional,” tegasnya.

    Khamenei mengeluarkan fatwa terhadap senjata nuklir pada tahun 2003 dan telah mengulanginya beberapa kali sejak itu.

    "Jadi, ambil langkah pertama. Tanpa langkah ini, kunci ini tidak akan dibuka," sebut Rouhani.

    Di Biarritz, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, ‘syarat untuk pertemuan’ antara Trump dan Rouhani dalam beberapa minggu ke depan telah dibuat melalui diplomasi dan konsultasi intensif.

    Trump, berbicara pada konferensi pers final KTT G7, mengatakan dia "pasti akan setuju untuk itu".

    Dia menambahkan bahwa garis waktu yang diusulkan oleh Macron realistis. Trump juga yakin bahwa Rouhani akan mendukung.

    "Saya pikir dia akan ingin bertemu. Saya pikir Iran ingin menyelesaikan situasi ini," tambahnya.

    Rouhani telah mengindikasikan dia terbuka untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika, tetapi itu adalah pendekatan yang telah menghadapi kritik dari ultrakonservatif di Iran.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id