Roket Hantam Kawasan Perusahaan Minyak Dunia di Irak

    Arpan Rahman - 19 Juni 2019 18:07 WIB
    Roket Hantam Kawasan Perusahaan Minyak Dunia di Irak
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Basra: Sebuah roket menghantam wilayah Basra, pusat minyak dan gas Irak, yang menjadi markas beberapa perusahaan minyak global pada Rabu pagi. Hantaman terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

    Roket itu menargetkan markas Perusahaan Pengeboran Irak di daerah Burra, Basra, menurut seorang pejabat perminyakan. Polisi mengatakan dua pekerja terluka dalam serangan itu.

    Wilayah Burjesia di pinggiran Basra adalah markas bagi kantor-kantor perusahaan minyak global utama, termasuk kantor Shell, Eni, dan Exxon Mobil. Basra, kota kedua Irak, berada di atas beberapa cadangan minyak terbesar dunia dan juga pelabuhan utama negara itu.

    "Kami menyesal mendengar tentang serangan rudal terhadap fasilitas minyak di Basra. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami tidak kena sasaran serangan itu," kata Juru Bicara Shell, seraya menambahkan bahwa semua stafnya selamat.

    "Kami tetap waspada dan terus memantau situasi keamanan dan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat," cetusnya, disiarkan dari Financial Times, Rabu 19 Juni 2019.

    Exxon dan Eni tidak segera menanggapi permintaan komentar. Minyak mentah Brent naik 0,5 persen menjadi USD62,42 pada perdagangan pagi di London setelah insiden itu.

    AS pada Mei memperingatkan tentang meningkatnya ancaman tidak menentu dari negara tetangga Iran, yang mendukung sejumlah milisi Syiah, dan telah mengevakuasi para diplomat dari Irak. Exxon Mobil juga mengevakuasi semua staf asing dari ladang minyak Qurna I Barat di dekat Basra, mendorong Menteri Perminyakan Irak menyebut langkah itu "tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan".

    Beberapa hari kemudian, Zona Hijau Baghdad yang dibentengi, yang menampung kedutaan besar AS, terkena roket -- serangan pertama semacam itu sejak akhir tahun lalu.

    Serangan itu terjadi ketika ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran terancam akan memanas.

    Pekan lalu, dua kapal tanker minyak di Teluk Oman rusak parah dalam serangan yang oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo disalahkan pada Iran, terjadi setelah empat kapal tanker terkena serangan "sabotase" pada Mei. Teheran membantah terlibat.

    Pada Selasa, Presiden AS Donald Trump memerintahkan 1.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah karena AS berusaha untuk memaksa Iran untuk menegosiasikan kesepakatan nuklir baru melalui pendekatan "tekanan maksimum" yang telah termasuk pembatasan ekonomi dan diplomatik.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id