Presiden Turki Usulkan 'Zona Aman' bagi Pengungsi di Suriah - Medcom

    Presiden Turki Usulkan 'Zona Aman' bagi Pengungsi di Suriah

    Arpan Rahman - 26 September 2019 08:22 WIB
    Presiden Turki Usulkan 'Zona Aman' bagi Pengungsi di Suriah
    Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: AFP
    New York: Zona aman yang diperluas di Suriah utara dapat menampung sebanyak tiga juta orang dan membentang sejauh 80 km sejauh Raqqa.

    Hal itu dipaparkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengusulkan di Majelis Umum PBB ketika ia menekan kasus itu untuk mempercepat pemukiman kembali para pengungsi Suriah yang tinggal di Turki.

    Idenya menjadi tawaran utama dalam pidato yang memproyeksikan Erdogan sebagai juru bicara Muslim di seluruh dunia. Namun dipandang kontroversial oleh Kurdi di Suriah utara sebagai perampasan tanah Turki.

    "Jika zona aman ini dapat dideklarasikan, kami dapat memukimkan kembali dengan percaya diri antara 1 hingga 2 juta pengungsi. Baik dengan Amerika Serikat atau pasukan koalisi, Rusia dan Iran, kita bisa berjalan bahu-membahu, bergandengan tangan sehingga para pengungsi dapat bermukim kembali, menyelamatkan mereka dari kamp-kamp tenda dan kamp kontainer," katanya di PBB, dinukil dari Guardian, Rabu, 25 September 2019.

    Erdogan berharap membangun koridor dengan kedalaman awal 30 km dan panjang 480 km, memungkinkan pemukiman hingga 2 juta warga Suriah. Ia menambahkan bahwa "jika kita dapat memperluas kedalaman zona aman ini ke Garis Raqqa dan Deir ez-Zor, kita dapat meningkatkan jumlah warga Suriah yang akan kembali dari Turki, Eropa, dan bagian lain dunia."

    Dia katakan, zona yang diperluas seperti itu dapat menampung sebanyak 3 juta orang, mengklaim bahwa sebanyak 500.000 warga Suriah telah lahir di Turki dalam tujuh tahun terakhir.

    Erdogan mengatakan rencana itu membutuhkan konferensi donor internasional yang dipimpin PBB dengan negara-negara yang saat ini menampung pengungsi Suriah, terutama Yordania dan Lebanon. Sekaligus buat memberikan bantuan keuangan bagi mereka yang kembali ke daerah aman.

    Orang-orang Kurdi di Suriah utara khawatir Turki dan pasukan perwakilan mereka akan mengulangi pemindahan dengan kekerasan yang membuat banyak orang terusir dari kota Afrin yang sebelumnya dikuasai warga Kurdi tahun lalu. Kurdi Suriah telah mengakui bergabung dengan patroli darat dan udara AS dan Turki antara kota Tal Abyad dan Ras al-Ain, tetapi menolak rencana untuk memperluasnya.

    Dukungan Amerika kepada Kurdi Suriah menjadi titik ketegangan antara Ankara dan Washington sejak militer AS mulai mempersenjatai Pasukan Pertahanan Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada 2014.

    Sayap militer SDF dipimpin Unit Perlindungan Rakyat (YPG), milisi Kurdi yang oleh Ankara dianggap sebagai perpanjangan dari partai Pekerja Kurdistan (PKK). Turki dan AS menunjuk PKK, yang melancarkan pemberontakan tiga dekade di Turki, sebuah kelompok teroris.

    Erdogan semakin tidak sabar dengan kecepatan yang memungkinkan AS membangun zona aman, menekan Donald Trump untuk mempercepat prosesnya. Tetapi Erdogan, dalam pidatonya, tidak mengulangi ancamannya tentang masuk ke Suriah secara sepihak jika rencananya ditolak AS.

    Rakyat Kurdi tidak senang setelah dikeluarkan dari komite konstitusi Suriah yang dibentuk oleh Rusia, dengan persetujuan presiden Suriah, Bashar al-Assad, dan ditunjuk supaya menyiapkan konstitusi baru untuk negara tersebut.

    Assad dan Rusia telah menunda komposisi komite selama lebih dari satu tahun dalam upaya memperkuat posisi militer mereka di lapangan. Dengan demikian mengurangi klaim oposisi Suriah untuk kursi di komite tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id