MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:26
    SUBUH 04:36
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 19:00

    Download Jadwal Imsakiyah

    Puluhan Juta Warga Mesir Ikuti Referendum Konstitusi

    Willy Haryono - 20 April 2019 20:03 WIB
    Puluhan Juta Warga Mesir Ikuti Referendum Konstitusi
    Spanduk berisi ajakan mengikuti referendum terpasang di sejumlah kota besar di Mesir. (Foto: AFP)
    Kairo: Jutaan warga Mesir beramai-ramai bergerak menuju tempat pemungutan suara, Sabtu 20 April 2019, untuk menggunakan hak pilih mereka dalam referendum amandemen konstitusi negara. Salah satu yang diatur dalam amandemen adalah masa jabatan seorang presiden di Mesir.

    Jika diratifikasi setelah referendum yang berlangsung selama tiga hari, amandemen dapat membuat Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi, dapat berkuasa hingga 2030 mendatang. Sisi juga akan mendapat kekuasaan lebih mengenai aturan hukum di Mesir.
    Referendum dilakukan usai parlemen Mesir menyepakati amandemen tersebut pada Selasa lalu. Warga Mesir yang berada di luar negeri sudah terlebih dahulu memberikan hak suara mereka dalam referendum pada Jumat 19 April.

    Sejumlah kritikus menilai amandemen ini berpotensi mengembalikan pemerintah Mesir ke era otoriter di bawah Hosni Mubarak, yang telah berkuasa selama 29 tahun.

    Otoritas Pemilihan Umum Nasional Mesir mengumumkan tanggal referendum kurang dari 24 jam usai parlemen menyepakati amandemen. Sekitar 60 juta warga Mesir berhak menggunakan hak suara mereka dalam referendum ini.

    Dilansir dari laman The National, ribuan pengawas serta aparat kepolisian dan prajurit dikerahkan ke tempat pemungutan suara yang tersebar di seantro Mesir.

    Beragam spanduk di Kairo menyerukan para warga untuk "melakukan hal yang benar" dan mendukung referendum. Spanduk serupa juga terlihat di beberapa kota besar di Mesir.

    Sementara sejumlah partai oposisi menyerukan warga Mesir untuk menolak amandemen yang diajukan dalam referendum.

    Pada 2013, Sisi memimpin kudeta militer yang menggulingkan presiden demokratis pertama Mesir, Mohammed Morsi. Sisi pun berkuasa satu tahun setelahnya, dan menjadi Presiden Mesir hingga saat ini.
     
    Sejak Sisi berkuasa, puluhan ribu orang telah ditangkap atas berbagai tuduhan. Sejumlah grup hak asasi manusia menilai penangkapan tersebut dilakukan Sisi terhadap mereka yang berani mengkritik pemerintah.
     
    Sisi pertama kali terpilih pada 2014, dan kembali menang pemilu tahun lalu dengan raihan suara 97 persen. Pemilu Mesir berjalan tanpa kompetisi, karena beberapa kandidat potensial untuk melawan Sisi tidak bisa berpartisipasi atau sedang berada di dalam penjara.

    Baca: Amandemen Disepakati, Presiden Mesir Dapat Berkuasa Hingga 2030



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id