Kanada Ingin Tampung 1 Juta Imigran di 2021

Arpan Rahman - 12 Januari 2019 18:21 wib
PM Kanada Justin Trudeau di New York, AS, 17 Mei 2018. (Foto:
PM Kanada Justin Trudeau di New York, AS, 17 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty/DREW ANGERER)

Ottawa: Kanada ingin menampung lebih dari satu juta imigran dalam periode tiga tahun ke depan, atau mencapai angka tersebut pada 2021. Hal ini disampaikan Kementerian Keimigrasian Kanada dalam laporan tahunan di parlemen.

Pada 2017, Kanada menerima 286.479 imigran sebagai penghuni tetap. Kanada menegaskan jumlah itu akan terus bertambah pada setiap tahunnya.

"Berkat peranan para pendatang baru sepanjang sejarah kita, Kanada telah berkembang menjadi negara kuat," ucap Menteri Imigrasi Kanada Ahmed Hussen, seperti dinukil dari laman UPI, Jumat 11 Januari 2019.

"Imigran dan keturunannya telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Kanada. Masa depan kita tergantung dari upaya memastikan bahwa mereka semua diterima dan berintegrasi dengan baik di tengah masyarakat," lanjut dia.

Di bawah rencana Menteri Hussen, Kanada akan menerima sekitar 350 ribu imigran tahun ini, dan 360 ribu pada 2020 dan 370 ribu satu tahun setelahnya.

Data terbaru menunjukkan total populasi Kanada kurang dari 37 juta jiwa. Sekitar satu dari lima warga Kanada adalah imigran. "Imigran telah berkontribusi terhadap pertumbuhan kelas pekerja di Kanada," tutur Menteri Hussen.

"Pertumbuhan level imigrasi, terutama di kelas ekonomi, akan membantu tenaga kerja, mendukung pertumbuhan ekonomi dan memicu inovasi," tambah dia.

Pemerintahan Kanada di bawah Perdana Menteri Justin Trudeau telah mendorong penerimaan imigran sejak dirinya berkuasa pada 2015. Dua tahun setelah berkuasa, PM Trudeau menegaskan akan menyambut banyak imigran terlepas dari ras serta agama mereka. 

Tekad tersebut merupakan respons PM Trudeau terhadap larangan masuk ke Amerika Serikat bagi pengungsi asal beberapa negara mayoritas Muslim yang diterapkan Presiden Donald Trump.

"Keberagaman adalah kekuatan kita," tulis PM Trudeau di Twitter kala itu.

Baca: Kanada Terima Suaka Rahaf Mohammed al-Qunun


(WIL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.