26 Korban Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel

    Fajar Nugraha - 14 November 2019 07:13 WIB
    26 Korban Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel
    Serangan Israel diarahkan ke wilayah Gaza, Palestina. Foto: AFP
    Gaza: Jumlah korban serangan Israel ke Gaza, Palestina terus bertambah. 26 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel itu.

    Kelompok pejuang Palestina, Jihad Islam telah menawarkan syarat-syarat untuk gencatan senjata yang dimediasi Mesir dengan Israel. Mereka mengatakan jika ini tidak dipenuhi, mereka siap untuk penyerangan roket lintas-batas tanpa batas waktu meskipun jumlah korban tewas meningkat di Gaza.

    Peningkatan dalam pertempuran di sekitar kantong Palestina dipicu pada hari Selasa ketika Israel membunuh komandan lapangan tertinggi Jihad Islam dalam serangan udara, menuduhnya mendalangi sejumlah serangan baru-baru ini dan merencanakan lebih cepat.

    Ketika para pejuang Jihad Islam merespons dengan ratusan peluncuran roket yang mencapai Tel Aviv dan melumpuhkan bagian-bagian Israel, militer Israel menekan serangan udara di Jalur Gaza.

    “26 warga Palestina, termasuk setidaknya 14 pria bersenjata dan enam warga sipil, telah tewas. Puluhan orang terluka di kedua sisi,” ujar pihak kementerian kesehatan Gaza, seperti dikutip AAP, Kamis, 14 November 2019.

    Dalam komentar publik pertamanya tentang pertempuran itu, pemimpin Jihad Islam Zeyad al-Nakhala mengatakan, gencatan senjata dapat disepakati segera jika Israel menerima persyaratan faksi yang didukung Iran.

    “Ini termasuk Israel yang mengakhiri pembunuhan yang ditargetkan terhadap gerilyawan, responnya yang terkadang mematikan terhadap protes mingguan Gaza dan langkah-langkah untuk meredakan blokadenya di daerah kantong pantai Palestina,” tegas al-Nakhala, yang berbasis di Beirut, kepada TV Al-Mayadeen.

    Al-Nakhala mengatakan dia berharap untuk mendengar tanggapan Israel melalui Kairo dalam beberapa jam. “Jika gencatan senjata tidak disetujui, Brigade (sayap bersenjata Jihad Islam) Yerusalem mampu mengelola pertempuran, dan untuk waktu yang lama,” imbuhnya.

    Israel mengisyaratkan keterbukaan menahan diri. "Diam akan dijawab dengan sikap tenang," ujar seorang pejabat Israel kepada Radio Angkatan Darat Israel.

    "Jihad Islam menginginkan gencatan senjata, dan dengan demikian berusaha menciptakan kesan yang salah tentang pencapaian,” jelasnya.

    Israel sebelumnya mengatakan pihaknya tidak mencari eskalasi di Gaza. Berbeda dengan pertempuran di masa lalu, ketika Israel memegang faksi dominan Hamas di Gaza yang bertanggung jawab atas serangan lintas perbatasan, kali ini Hamas lepas dari pembalasan Israel.

    Hamas, pada gilirannya, telah menyuarakan solidaritas dengan Jihad Islam tetapi tidak mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran roket itu.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id