Dubes AS Tanggapi Pengakuan Atas Pemukiman Ilegal Israel

    Fajar Nugraha - 19 November 2019 18:23 WIB
    Dubes AS Tanggapi Pengakuan Atas Pemukiman Ilegal Israel
    Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr (Foto:Medcom.id/Fajar Nugraha)
    Jakarta: Amerika Serikat (AS) tidak lagi  memandang pemukiman Israel di wilayah Palestina tidak lagi ilegal. Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr, menjelaskan pernyataan yang dikeluarkan oleh Menlu AS Mike Pompeo itu.

    Sebelumnya menurut Menlu Pompeo, Pemerintah AS menyimpulkan bahwa pembangunan permukiman sipil Israel di Tepi Barat tidak lagi inkonsisten terhadap hukum internasional. Hal ini ditelaah setelah mempelajari perdebatan semua kubu secara seksama.

    Dubes Donovan pun menjelaskan mengenai sikap pemerintahannya tersebut. "Saya hanya bisa menjelaskan secara umum mengenai hal ini. Isu terpenting yang bisa ditekankan adalah, Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,"  ujar Dubes Donovan, saat ditemui wartawan di  kediamannya di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

    "Tentunya ini harus melibatkan rakyat Israel dan Palestina. Selama kariernya puluhan tahun, setiap presiden dan menteri luar negeri AS sudah bekerja keras mencari solusi yang sesuai," imbuh Donovan.

    "Kadang kita membuat perkembangan berarti, kadang tidak. Semua cara sudah dilakukan," tegasnya.

    Lebih lanjut Dubes Donovan menambahkan bahwa dalam 20 tahun terakhir, AS sudah menyediakan bantuan untuk warga Palestina hingga USD7 miliar. Menurut Donovan, bantuan ini adalah bentuk upaya yang dilakukan untuk mengupayakan perdamaian di Timur Tengah.

    Dubes Donovan mengakui, bahwa upaya perdamaian yang dilakukan tidak selalu berhasil. "Saya tidak tahu mengenai langkah terakhir, apa yang terjadi setelah itu. Tetapi hal utama adalah kami berkomitmen untuk mengupayakan perdamaian abadi di Timur Tengah," tutur Donovan.

    Ditanya apakah AS akan bekerja sama dengan Indonesia mengenai isu ini, Dubes Donovan mengatakan, kerja sama itu tetap dilakukan terlebih Indonesia adalah anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

    "Isu (Palestina) selalu muncul dalam pembicaraan kami dengan Indonesia," tutur Donovan.

    Permukiman di Tepi Barat adalah salah satu isu paling sering diperdebatkan Israel dan Palestina.

    Sekitar 600 ribu Yahudi tinggal di 140 permukiman sejak pendudukan Israel atas Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman tersebut ilegal di bawah hukum internasional.

    Palestina sejak lama menyerukan agar semua permukiman Israel di Tepi Barat dihilangkan. Palestina menyebut kehadiran permukiman Israel membuat cita-cita mendirikan negara independen di masa mendatang akan sulit, atau bahkan mustahil terwujud.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id