Militer Israel Palsukan Jumlah Korban Serangan Hizbullah

    Arpan Rahman - 03 September 2019 12:55 WIB
    Militer Israel Palsukan Jumlah Korban Serangan Hizbullah
    Foto dari video yang dirilis di stasiun televisi al-Manar memperlihatkan serangan Hizbullah terhadap sebuah kendaraan militer Israel di wilayah perbatasan, 1 September 2019. (Foto: AFP/Hezbollah media office)
    Tel Aviv: Militer Israel mengaku telah memalsukan jumlah korban dalam pertempuran melawan kelompok militan Hizbullah asal Lebanon sepanjang akhir pekan kemarin. Media lokal menyebut rekayasa itu adalah bagian dari strategi militer untuk memperdaya Hizbullah.

    Sebelumnya, Hizbullah mengklaim telah berhasil menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel dan membunuh orang-orang di dalamnya di dekat wilayah perbatasan pada Minggu 1 September. Israel kemudian membalas dengan menggunakan helikopter tempur dan artileri.

    Sejumlah saluran televisi Israel menyiarkan tayangan sekelompok prajurit sedang menerima beberapa rekannya yang terluka dari sebuah helikopter. Namun menurut Tel Aviv, tujuan dari siaran itu adalah agar Hizbullah mengklaim kemenangan selama beberapa jam hingga situasi mereda.

    Memasuki malam hari, militer Israel mengklaim tidak ada korban jiwa dan luka dalam serangan Hizbullah. "Hizbullah melancarkan serangan, namun tidak menimbulkan korban," kata juru bicara militer Israel.

    Dalam pidato di televisi pada awal pekan ini, pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan fokusnya saat ini adalah menyerang semua pesawat tanpa awak atau drone milik Israel yang masuk ke wilayah Lebanon.

    "Pesan kami jelas. Jika Anda melancarkan agresi, maka seluruh perbatasan, prajurit dan wilayah di dalam Israel akan menjadi bagian dari pembalasan kami," lanjut Nasrallah,  dilansir dari Sky News, Senin 2 September 2019. 

    Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa langkah selanjutnya Israel tergantung dari perkembangan situasi di lapangan. Sementara PM Lebanon Saad Hariri mengaku telah menginformasikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo dan juga seorang diplomat Prancis mengenai perkembangan terkini.

    Israel dan Hizbullah pernah bertempur hebat selama empat pekan pada 2006 yang menewaskan ratusan orang. Perang tersebut berakhir tanpa perjanjian damai.

    Meski secara teknis masih berperang, belum pernah ada konflik terbuka antar keduanya dalam 13 tahun terakhir.

    Pekan kemarin, Lebanon mengecam keras Israel atas jatuhnya dua drone di wilayah Beirut. Dua drone itu jatuh di lokasi terpisah di markas Hizbullah di Beirut selatan. Hizbullah mengaku tidak menembak jatuh kedua drone tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id