Protes Berlanjut Sehari Setelah Terbentuk Pemerintahan Baru Lebanon

    Arpan Rahman - 23 Januari 2020 17:26 WIB
    Protes Berlanjut Sehari Setelah Terbentuk Pemerintahan Baru Lebanon
    Pedemo Lebanon tetap melakukan aksinya meski perdana menteri baru telah ditunjuk. Foto: AFP
    Beirut: Demonstran turun ke jalan-jalan Lebanon lagi Rabu. Kali ini untuk memprotes pemerintah yang baru terbentuk, yang diumumkan sehari sebelumnya.

    Protes pertama kali pecah di negara itu pada Oktober, mengakibatkan pengunduran diri mantan Perdana Menteri Saad Hariri. Demonstrasi -- kadang-kadang diwarnai kekerasan -- terus berlanjut dalam beberapa bulan sejak saat itu.

    Profesor universitas Hassan Diab diumumkan sebagai perdana menteri baru, bersama kabinet beranggotakan 20 orang pada Selasa. Diab dipilih oleh kelompok militer dan politik yang didukung Iran, Hizbullah.

    Tetapi para pengunjuk rasa mengatakan para pemimpin baru ialah orang yang sama yang telah mereka lawan selama beberapa bulan terakhir.

    "Kami ingin pemerintah bekerja sesuai dengan kebutuhan kami. Jika tidak, persetan dengan mereka," kata seorang pemrotes, yang diidentifikasi hanya sebagai Mohammed, kepada Al Jazeera.

    "Jika ada, Kabinet lama yang kami tentang sedikit lebih baik daripada pemerintahan 'satu warna' ini," tambahnya, dinukil dari UPI, Rabu 22 Januari 2020.

    Para pengunjuk rasa menyerukan para pemimpin yang mampu menarik Lebanon keluar dari krisis keuangan. Demonstrasi berubah menjadi kekerasan di luar bank Beirut pekan lalu.

    Menteri Keuangan baru Lebanon, Ghazi Wazni, menyerukan bantuan asing agar membantu negara itu keluar dari krisis.

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan kepada Bloomberg di Kingston, Jamaika, pada Rabu, bahwa AS bersedia bekerja sama dengan pemerintah Lebanon yang baru tetapi hanya jika 'berkomitmen untuk reformasi.'

    Dia katakan, AS bersedia mendukung pemerintah yang tahan terhadap korupsi dan responsif terhadap warganya.

    Pemerintah Lebanon yang baru menghadapi ujian untuk melihat apakah akan responsif terhadap tuntutan rakyatnya guna melaksanakan reformasi dan memerangi korupsi, kata Pompeo Rabu malam dalam sebuah pernyataan mendesak pasukan keamanan Lebanon tidak merusak protes.

    "Hanya pemerintah yang mampu dan berkomitmen untuk melakukan reformasi nyata yang akan mengembalikan kepercayaan investor dan membuka bantuan internasional bagi Lebanon," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id