Politikus Iran Janjikan Rp41 M untuk Kematian Trump

    Arpan Rahman - 22 Januari 2020 18:07 WIB
    Politikus Iran Janjikan Rp41 M untuk Kematian Trump
    Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
    Teheran: Ahmad Hamzeh, salah satu anggota parlemen Iran, menjanjikan uang hadiah sebesar USD3 juta atau setara Rp41 miliar kepada siapapun yang berhasil membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ini merupakan salah satu bagian dari ketegangan yang terjadi antar Iran dan AS usai kematian jenderal Qassem Soleimani.

    "Mewakili masyarakat provinsi Kerman, kami akan membayar hadiah uang tunai USD3 juta kepada siapapun yang membunuh Trump," kata Hamzeh. Ia tidak mengatakan apakah hadiah itu telah disetujui sejumlah petinggi Iran.

    Kota Kerman, di provinsi dengan nama yang sama, merupakan kampung halaman Soleimani. Jenderal tersebut tewas dalam serangan udara AS di Irak pada 3 Januari.

    Iran meluncurkan belasan misil ke dua pangkalan di Irak yang menampung pasukan AS pada 8 Januari. Belasan misil itu merupakan balasan atas kematian Soleimani. Di hari yang sama, Iran mengaku tak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina.

    Dalam sebuah pidato yang berapi-api, Hamzeh menegaskan bahwa Soleimani jauh lebih berbahaya untuk AS dalam keadaan mati ketimbang hidup. Ia membantah keras klaim Trump bahwa Soleimani harus dibunuh sebagai "tindakan antisipatif" karena telah merencanakan membunuh sejumlah warga AS.

    "Apakah jika kedutaan-kedutaan kalian berencana membunuh orang tak berdosa maka kami boleh menghancurkannya?" tanya Hamzeh.

    "Dan apakah kami boleh menghancurkan pangkalan militer kalian di kawasan ini sebagai bentuk dari tindakan antisipatif?" lanjutnya, disitir dari Daily Express, Rabu 22 Januari 2020.

    Sebelumnya, Trump telah mengingatkan Pemimpin Agung Iran Ayatollah Khamenei untuk berhati-hati saat berbicara. Peringatan Trump disampaikan terkait khotbah Khamenei yang menjadi imam Salat Jumat di Teheran pada 17 Januari.

    Dalam khotbahnya, Khamenei menyinggung mengenai tragedi pesawat Ukraina yang tak sengaja ditembak jatuh misil Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC). Meski menyayangkan kesalahan fatal tersebut, Khamenei menyebut IRGC hanya bertindak untuk "menjaga keamanan" Iran.
     
    Khamenei juga menyebut bahwa musuh-musuh Iran, terutama AS, justru merasa senang atas tragedi pesawat Ukraina yang menewaskan total 176 orang. Menurutnya, tragedi pesawat maskapai Ukraine International Airlines (UIA) pada 8 Januari itu digunakan AS untuk mengalihkan perhatian global dari pembunuhan jenderal Qassem Soleimani.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id