comscore

KBRI Yordania Targetkan 500 TKI Pulang Lewat Program Amnesti

Desi Angriani - 28 Maret 2019 21:15 WIB
KBRI Yordania Targetkan 500 TKI Pulang Lewat Program Amnesti
Atase Tenaga Kerja Indonesia, KBRI Amman Suseno Hadi. (Foto:Medcom.id/Desi Angriani)
Amman: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina menargetkan 500 pekerja migran Indonesia dapat pulang ke Tanah Air melalui program amnesti atau pengampunan hukuman yang diberikan oleh Kerajaan Yordania.

Saat ini, baru 173 orang yang memanfaatkan program pengampunan terkait izin tinggal yang kadaluarsa. Dari jumlah tersebut, tercatat 38 orang telah direpatriasi, 21 orang berada di shelter, dan 74 orang memilih berada di luar shelter.

 



"Kita targetkan separuh dari PMI di sini bisa pulang lewat program amnesti," ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Yordania Hasyimiah dan Negara Palestina Andy Rachmianto di KBRI Amman, Yordania, Kamis 28 Maret 2019.

Andy mengungkapkan pekerja Indonesia yang tidak memperpanjang izin tinggal mencapai 1.040 orang. Sementara hanya 447 orang yang berstatus legal. Karena itu, ia mengimbau seluruh tenaga kerja Indonesia yang melewati izin tinggal di Yordania segera memanfaatkan program tersebut.

Sebab setelah amnesti berakhir, mereka akan dikenakan denda yang dihitung sejak masa izin tinggal resminya habis. Besaran dendanya tersebut sebesar 1,5 Dinnar Yordania atau sekitar Rp19.500 per hari. Kebijakan amnesti ini hanya diberlakukan selama enam bulan atau  berakhir pada 12 Juni 2019 mendatang.

"Kesempatan ini bukan setahun sekali. Untuk itu saya imbau pekerja Indonesia yang overstayed segera memanfaatkan program ini," imbuh dia.

Untuk memfasilitasi seluruh kepulangan pekerja, baik mengenai urusan administrasi hingga tiket penerbangan ke Indonesia, KBRI Amman telah mengajukan penambahan anggaran ke pemerintah.

"KBRI Amman akan memfasilitasi pekerja yang may memanfaatkan program amnesti. Tentu anggaran kita kurang mencukupi, dan kita sudah ajukan penambahan anggaran," tuturnya.

Atase Tenaga Kerja Indonesia, KBRI Amman Suseno Hadi, menambahkan mayoritas kasus yang menimpa TKI di Timur Tengah ialah terkait izin tinggal dan gaji yang tidak dibayarkan. Dari sejumlah kasus tersebut, KBRI Amman berhasil memperjuangkan hak PMI sebesar Rp7 miliar dari hasil mediasi untuk periode 2017-2019.

"Khusus Yordania tidak seperti kasus di Timur Tengah lain di mana tidak ada penganiayaan. Tahun belakangan lebih banyak yang kita menangkan kasus mediasi, jumlah gajinya tidak sesuai dengan perhitungan, bagi kami mereka bisa mendapatkan haknya," ujar Suseno.

Adapun pada 2017, KBRI Amman telah memulangkan sebanyak 231 orang. Jumlah tersebut turun menjadi 176 orang pada 2018. Terakhir melalui program amnesti Kerajaan Yordania,  baru 49 orang pekerja migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air.

(WAH)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id