Iran Tegaskan Tak Akan Tunduk kepada Amerika Serikat

    Marcheilla Ariesta - 17 Februari 2020 19:25 WIB
    Iran Tegaskan Tak Akan Tunduk kepada Amerika Serikat
    Presiden Iran Hassan Rouhani enggan tunduk kepada tekanan Amerika Serikat. Foto: AFP
    Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan tidak akan pernah mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS). Diskusi tidak akan pernah berlangsung meskipun di bawah tekanan.

    Dia menambahkan bantuan Teheran sangat penting dalam membangun keamanan di Timur Tengah.

    "Iran tidak akan pernah bernegosiasi di bawah tekanan (dengan AS). Kami tidak akan menyerah pada tekanan Amerika dan tidak akan bernegosiasi dari posisi yang lemah," kata Rouhani dilansir dari The National, Senin 17 Februari 2020.

    Trump telah mengadopsi kebijakan 'tekanan maksimum' untuk memaksa Teheran menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas untuk menbatasi kerja nuklir mereka. Negosiasi ini juga bertujuan untuk mengakhiri program misil Iran dan keterlibatan mereka dalam perang proksi regional.

    AS bahkan memberlakukan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran, memangkas ekspor minyak mereka. Teheran telah berulang kali menolak pembicaraan kesepakatan baru, dan mengatakan hanya akan melakukan diskusi juka AS kembali ke pakta perjanjian sebelumnya yang ditandatangani pada 2015.

    "Tekanan maksimum AS terhadap Iran ditakdirkan untuk gagal. Musuh kita (AS) sangat menyadari bahwa tekanan mereka tidak efisien," kata Rouhani.

    Iran telah terlibat dalam beberapa dekade perang proksi regional dengan saingan utama mereka di kawasan Timur Tengah, yakni Arab Saudi. Menurut Rouhani, mengamankan perdamaian di Timur Tengah adalah salah satu tujuan mereka.

    "Mengamankan perdamaian dan stabilitas di wilayah sensitif di Timur Tengah dan Teluk Arab tidak mungkin (terjadi) tanpa bantuan Iran," tegasnya.

    Hubungan Teheran dan Washington mencapai titik krisis pada 2018, setelah Presiden AS Donald Trump meninggalkan pembatasan untuk program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi. Malahan, AS menambahkan sanksi untuk Iran.

    Ketegangan meningkat setelah pembunuhan terhadap jenderal nomor satu Iran, Qassem Soleimani dilakukan AS. Soleimani tewas dalam serangan pesawat tanpa awak AS di bandara internasional Baghdad di Irak.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id