60 Ribu Warga Suriah Dievakuasi Akibat Serangan Turki

    Fajar Nugraha - 11 Oktober 2019 07:08 WIB
    60 Ribu Warga Suriah Dievakuasi Akibat Serangan Turki
    Warga Suriah yang melakukan evakuasi ke tempat aman akibat serangan Turki. Foto: AFP
    Hasakeh: Hanya dalam satu hari, serangan Turki ke wilayah Suriah utara sudah memaksa 60 ribu warga sipil melakukan evakuasi. Kini warga berupaya meninggalkan daerah perbatasan.

    "Sejak hari Rabu, lebih dari 60.000 orang meninggalkan daerah perbatasan," pernyataan organisasi Syrian Observatory for Human Rights, yang dikutip AFP, Jumat, 11 Oktober 2019.

    “Evakuasi terbesar terjadi dari daerah perbatasan Ras al-Ain, Tal Abyad dan Derbasiyeh,” ujar Rami Abdel Rahman, kepala pemantau yang berbasis di Inggris itu.

    Militer Turki, didukung oleh milisinya di Suriah, melancarkan serangan terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok Kurdi di timur laut Suriah pada Rabu. Serangan tetap dilakukan meskipun ada peringatan internasional yang meluas.

    Setelah fase awal serangan udara dan tembakan artileri, pasukan bergerak melintasi perbatasan dan menyerang beberapa kota utama di daerah tersebut.

    Terkait serangan ini, Turki berdalih ingin membuat zona aman sekitarr 30 kilometer di wilayah Suriah untuk mengirim kembali 3,6 juta warga Suriah yang mencari perlindungan di tanah Turki sejak dimulainya perang di Suriah pada 2011.

    Organisasi-organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa  konflik delapan tahun yang mematikan ini sekali lagi dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan pada populasi sipil.

    "Diperkirakan 450.000 orang tinggal dalam jarak lima kilometer dari perbatasan Suriah-Turki dan berisiko jika semua pihak tidak melakukan pengekangan maksimum dan memprioritaskan perlindungan warga sipil," kata sebuah pernyataan bersama.

    Teks yang ditandatangani oleh 14 organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa sejumlah besar warga sipil akan segera terputus dari bantuan vital yang telah mereka terima.

    "Respons kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa akan terancam jika ketidakstabilan memaksa lembaga-lembaga bantuan untuk menangguhkan atau memindahkan program dan staf mereka, seperti yang sudah terjadi," kata pernyataan itu.

    Di antara organisasi yang menandatangani banding adalah beberapa penyedia bantuan terbesar di daerah tersebut, termasuk Dewan Pengungsi Norwegia dan Mercy Corps.

    Dalam pernyataan terpisah, badan amal Save The Children memperingatkan ‘bencana kemanusiaan yang akan datang’. Ini menambah risiko yang dihadapi anak-anak terkait gelombang evkuasi terbaru, yang mencakup ribuan orang yang mengalami kesusahan akibat perang.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id