• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 19 OKT 2018 - RP 45.764.339.104

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

UEA Tahan Mahasiswa Inggris Terkait Tuduhan Mata-mata

Arpan Rahman - 12 Oktober 2018 09:58 wib
Ilustrasi oleh Medcom.id
Ilustrasi oleh Medcom.id

Dubai: Seorang mahasiswa Inggris ditahan di Uni Emirat Arab (UEA) setelah dituduh sebagai mata-mata. Namun pihak keluarga membantah tuduhan itu.
 
Matthew Hedges, 31, dijebloskan ke sel isolasi selama lima bulan sejak dia ditangkap di bandara Dubai pada Mei 2018. Setelah penangkapannya dia dibawa ke Abu Dhabi.
 
Satu-satunya komunikasi yang diizinkan dengan dunia luar adalah satu panggilan telepon ke ibunya, dua kunjungan dari pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris. Selama hampir dua tahun sang Istri, Daniela Tejada membesuknya sekali.
 
Pada Rabu 10 Oktober, Hedges muncul di pengadilan negara bagian keamanan negara dan diizinkan untuk berbicara dengan seorang pengacara. Kasus ini ditunda hingga 24 Oktober.
 
Tuduhan terhadap Hedges belum terungkap, tetapi istrinya mengatakan dia menyelesaikan disertasi PhD soal kebijakan keamanan Emirat setelah revolusi Musim Semi Arab. Dia berada di UEA untuk penelitian.
 
Rekan-rekannya percaya dia dicurigai sebagai mata-mata untuk Qatar, yang memiliki hubungan dingin dengan UEA. Tetapi Tejada mengatakan: "Kita semua tahu itu tidak benar".
 
Dia berkata kepada The Times bahwa, meskipun secara fisik baik, suaminya menderita depresi dan serangan panik. Hedges menghabiskan sebagian masa kecilnya di Dubai dan juga bekerja di sana.
 
"Ketika dia melihatnya di bulan Juli, dia terus-menerus gemetar," katanya.
 
"Dia tampaknya sangat berhati-hati tentang apa yang dia katakan dan apa yang dia tidak katakan yang membuat saya berpikir dia mungkin telah dipaksa mengatakan atau tidak mengatakan hal-hal itu," tambahnya, seperti dikutip dari Sky News, Jumat 12 Oktober 2018.
 
Seorang juru bicara Kemenlu Inggris berkomentar: "Staf kami mendukung seorang pria Inggris setelah penahanannya di UEA. Kami membantu keluarganya dan tetap berhubungan erat dengan pihak berwenang setempat."
 
"Menteri luar negeri juga secara pribadi telah mengangkat kasus ini dengan mitranya dari Emirat," pungkasnya.


(FJR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.