Presiden Lebanon: Serangan Drone Israel Deklarasi Perang

    Willy Haryono - 27 Agustus 2019 09:32 WIB
    Presiden Lebanon: Serangan Drone Israel Deklarasi Perang
    Presiden Lebanon Michel Aoun dalam sebuah acara di Moskow, Rusia, 26 Maret 2019. (Foto: AFP/POOL/MAXIM SHEMETOV)
    Beirut: Presiden Lebanon Michel Aoun menegaskan bahwa serangan pesawat tanpa awak atau drone milik Israel di Beirut pada akhir pekan kemarin adalah sebuah "deklarasi perang" yang layak direspons dengan kekuatan militer.

    "Apa yang terjadi kemarin adalah deklarasi perang," tutur Aoun kepada Jan Kubis, koordinator khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lebanon, dalam sebuah pertemuan pada Senin 26 Agustus 2019. 

    "Atas kejadian ini, kami berhak untuk melindungi kedaulatan, kemerdekaan dan integritas wilayah kami," tambah dia, dilansir dari laman Al Jazeera.

    Masih di hari yang sama, Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri mengatakan bahwa pemerintahannya ingin menghindari konflik terbuka dengan Israel. Namun ia menyerukan komunitas global untuk bersama-sama menentang "pelanggaran nyata" yang dilakukan Israel terhadap kedaulatan Lebanon.

    "Pemerintah Lebanon menilai bahwa solusi terbaik dari situasi saat ini adalah menghindari peningkatan ketegangan. Namun hal ini membutuhkan dukungan komunitas internasional yang harus kompak menentang pelanggaran (Israel)," ungkap Hariri.

    Dua drone Israel terbang di langit Beirut pada Minggu 25 Agustus. Salah satu drone jatuh setelah terbang beberapa saat di ibu kota Lebanon.

    Beberapa jam usai jatuhnya drone, pemimpin grup Hizbullah asal Lebanon, Hassan Nasrallah, menilai serangan drone Israel tersebut dapat dikatakan sebagai "misi bunuh diri."

    Baca: Pimpinan Hizbullah Ancam Serang Israel

    "Hizbullah tidak akan membiarkan agresi seperti ini," tegas Nasrallah dalam sebuah pidato di televisi Lebanon.

    "Sudah tidak akan ada lagi pesawat Israel yang datang dan membombardir Lebanon di masa mendatang," lanjutnya.

    Nasrallah juga berjanji akan membalas sebuah serangan Israel di Suriah pada Sabtu 24 Agustus. Serangan itu diklaim Nasrallah telah menewaskan dua anggota Hizbullah.

    Israel dan Hizbullah terlibat perang selama satu bulan penuh pada 2006. Perbatasan antara Israel dan Lebanon, yang secara teknis masih berstatus perang, relatif tenang sejak berakhirnya konflik bersenjata tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id