Bentrokan di Beirut Lukai Puluhan Orang

    Arpan Rahman - 15 Desember 2019 12:08 WIB
    Bentrokan di Beirut Lukai Puluhan Orang
    Demonstran bertahan di tengah tembakan gas air mata di Beirut, Lebanon, Sabtu 14 Desember 2019. (Foto: AFP)
    Beirut: Bentrokan antara demonstran dan polisi di Beirut, Lebanon, telah melukai puluhan orang. Bentrokan terjadi saat para pengunjuk rasa mencoba bergerak menuju sebuah lapangan dekat gedung parlemen Lebanon.

    Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet, sementara pedemo membalas dengan lemparan batu. Sedikitnya 20 aparat keamanan terluka dalam bentrokan ini.

    Gelombang protes anti-pemerintah dalam mengecam sektor perekonomian Lebanon ini telah dimulai sejak Oktober lalu. Awalnya aksi unjuk rasa ini berlangsung damai.

    Aksi protes di Beirut pada Sabtu 14 Desember merupakan salah satu yang terburuk sejak gerakan demo dimulai. Unjuk rasa berskala masif ini telah membuat Perdana Menteri Saad al-Hariri mengundurkan diri, namun hingga kini pemerintahan baru belum juga terbentuk.

    "Demo berlangsung sangat damai. Semua orang bernyanyi bahwa kami adalah satu kesatuan. Namun tiba-tiba ada sekelompok pemuda ada yang mendorong salah satu pagar yang memisahkan kami," kata Mona Fawaz, salah satu demonstran, kepada kantor berita BBC, Minggu 15 Desember 2019.

    "Kami melihat ada banyak polisi keluar dan membubarkan kami semua. Mereka juga mulai menembakkan gas air mata. Saya rasa polisi tidak perlu melakukan semua itu," sambung dia.

    Selain menembakkan gas air mata dan peluru karet, polisi juga dikabarkan mengejar dan menangkap beberapa demonstran. Bahkan ada polisi yang terlihat memukuli pengunjuk rasa.

    Bentrokan sengit antar pengunjuk rasa dan polisi ini berlangsung sepanjang Sabtu malam.

    Pertahanan Sipil Lebanon mengaku telah merawat 54 korban luka, dan separuh dari mereka harus dilarikan ke rumah sakit. Belum diketahui pasti apakah semua korban luka adalah warga sipil.

    Unjuk rasa di Lebanon sejak Oktober lalu merupakan yang terbesar dalam satu dekade terakhir. Lain dari aksi protes sebelumnya, gerakan massa kali ini melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat Lebanon.

    Demonstran marah kepada para pemimpin Lebanon yang dinilai gagal mengatasi stagnansi perekonomian negara, meroketnya harga-harga barang serta tingginya angkap pengangguran dan korupsi.

    Beberapa tuntutan pedemo adalah pemberantasan korupsi, perubahan total sistem politik dan pembentukan kabinet independen. Dialog antara Presiden Michel Aoun dan blok parlemen untuk menunjuk seorang perdana menteri baru dijadwalkan berlangsung Senin besok.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id