Krisis Kebakaran Hutan, Australia Kerahkan 3.000 Prajurit

    Willy Haryono - 04 Januari 2020 10:18 WIB
    Krisis Kebakaran Hutan, Australia Kerahkan 3.000 Prajurit
    Petugas pemadam berjuang memadamkan kebakaran hutan di Australia menjelang malam pergantian tahun dari 2019 ke 2020. (Foto: AFP / SAEED KHAN)
    Canberra: Perdana Menteri Australia Scott Morrison berencana mengirimkan 3.000 prajurit untuk membantu memadamkan kebakaran hutan yang berkobar di seantero negeri. Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan ini kali pertamanya personel militer dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di Australia.

    Temperatur di wilayah selatan dan timur Australia diestimasi melampaui 40 derajat Celcius. Dilansir dari BBC, sejumlah pejabat daerah memperingatkan bahwa Sabtu ini, 4 Januari 2019, akan menjadi "hari yang berbahaya."

    Sejak September tahun lalu, kebakaran hutan di Australia telah menewaskan sedikitnya 23 orang.

    Berbicara dalam sebuah konferensi pers, PM Morrison mengatakan kepada awak media, bahwa krisis kebakaran hutan saat ini telah "meningkat ke level yang benar-benar baru."

    Puluhan orang dinyatakan hilang dan sekitar 1.500 rumah hancur dalam musim kebakaran hutan terbaru di Australia. PM Morrison telah mengumumkan alokasi dana AUD20 juta atau setara Rp193 miliar untuk menyewa empat pesawat pengebom air.

    Di negara bagian Victoria, tiga titik api baru telah bersatu dan menjadi satu kebakaran besar yang saat ini berkobar di lahan seluas 6.000 hektare. Victoria telah mendeklarasikan status bencana untuk beberapa area yang dihuni sekitar 10 ribu warga. Sebanyak 21 orang dinyatakan hilang dalam kebakaran hutan di Victoria.

    Sejumlah warga di wilayah Snowy Mountains mendapat peringatan bahwa mereka semua sudah terlambat jika ingin mengungsi. Mereka diimbau untuk berlindung di dalam ruangan hingga situasi membaik.

    Menurut laporan situs 9 News, jaringan telepon di beberapa area di Victoria terputus.

    Jumat kemarin, Angkatan Laut Australia telah mengevakuasi sekitar 1.000 turis dan warga yang terperangkap di kota Mallacoota di pesisir Victoria. Gelombang pertama yang dievakuasi telah tiba di Semenanjung Mornington tadi pagi.

    Kebakaran hutan juga berkobar di Australia Selatan. Dua orang telah dinyatakan tewas dalam kebakaran di wilayah tersebut, tepatnya di Pulau Kanguru.

    Sementara di New South wales (NSW), status darurat kebakaran hutan telah dideklarasikan untuk satu pekan ke depan. Puluhan ribu warga dan turis telah diminta untuk mengungsi ke area pesisir.

    Sejumlah pakar meteorologi mengatakan, sistem iklim di Samudra Hindia, atau dikenal dengan nama dipole, merupakan faktor utama di balik temperatur ekstrem di Australia yang memicu kebakaran hutan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id