Turki Perpanjang Batas Waktu Pemindahan Pengungsi Suriah

    Arpan Rahman - 21 Agustus 2019 12:52 WIB
    Turki Perpanjang Batas Waktu Pemindahan Pengungsi Suriah
    Pengungsi Suriah di wilayah lingkungan Istanbul, Turki. Foto: AFP.
    Istanbul: Turki memperpanjang batas waktu 30 Oktober bagi pengungsi Suriah yang tidak terdaftar di Istanbul untuk meninggalkan kota atau menghadapi pemindahan paksa. Demikian peringatan diumumkan Kementerian Dalam Negeri Turki.

    Disitat dari Middle East Eye, Selasa 20 Agustus 2019, perpanjangan itu terjadi setelah gubernur Istanbul mengatakan bulan lalu bahwa warga Suriah yang telah mendaftar di provinsi lain Turki akan dipaksa untuk kembali ke sana pada 20 Agustus.

    Mengumumkan ekstensi itu dalam wawancara yang disiarkan televisi, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu juga berkata bahwa mereka yang meninggalkan Istanbul akan diizinkan untuk pindah dan mendaftar di provinsi lain mana pun. Satu-satunya pengecualian, katanya, adalah provinsi selatan Antalya, yang tidak menerima lebih banyak pengungsi Suriah.

    “Para mahasiswa dan keluarga, serta mereka yang memiliki pekerjaan resmi di Istanbul, akan dibebaskan dari relokasi,” kata Saylu, menurut AFP, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Pengungsi Suriah di Istanbul mengatakan relokasi paksa di Turki mengancam kehidupan baru yang telah mereka bangun di negara itu dan dapat memisahkan sejumlah keluarga.

    Sejak inisiatif relokasi diumumkan bulan lalu, lebih dari 5.000 pengungsi Suriah telah ditahan, dan kelompok hak asasi mengatakan beberapa sudah dideportasi ke Idlib, Suriah. Turki membantah tuduhan tersebut.

    Pada Selasa, Soylu katakan Turki telah menentukan lokasi di luar perbatasannya guna menampung kemungkinan gelombang imigrasi dari provinsi Idlib Suriah, yang menderita pengeboman pemerintah Suriah selama berbulan-bulan.

    Jumlah warga Suriah di Istanbul, sebuah kota berpenduduk sekitar 15 juta, telah membengkak, dengan lebih dari setengah juta tinggal di sana.

    Turki menampung lebih dari 3,6 juta warga Suriah, populasi terbesar warga Suriah yang telantar akibat perang saudara selama delapan tahun.

    Menurut Soylu total sekitar 347.000 warga Suriah telah kembali ke negara mereka sejauh ini. Tidak seperti di banyak negara lain, pengungsi Suriah sebagian besar bebas memilih di mana mereka ingin tinggal ketika mereka pertama kali tiba di Turki.

    Setelah mereka memilih sebuah kota untuk didaftarkan, kebijakan resmi memastikan bahwa mereka harus mengajukan permohonan otorisasi buat melakukan perjalanan atau tinggal di kota lain. Namun dalam praktiknya, banyak yang diizinkan untuk bergerak bebas tanpa inspeksi.

    Menjelang pemilihan walikota Istanbul pada Maret dan Juni, baik kandidat partai yang berkuasa maupun partai oposisi menggunakan retorika yang kritis terhadap komunitas pengungsi. Dalam beberapa bulan terakhir, sentimen dan ketegangan pengungsi antiSuriah telah meningkat.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id