Jamur Mematikan Asal Jepang Ditemukan di Australia

    Medcom - 04 Oktober 2019 11:15 WIB
    Jamur Mematikan Asal Jepang Ditemukan di Australia
    Jamur beracun yang ditemukan di Australia. Foto: AFP
    Sydney: Salah satu jamur paling mematikan di dunia telah ditemukan di ujung utara Australia untuk pertama kalinya. Jamur ini ditemukan ribuan mil dari habitat aslinya di pegunungan Jepang dan Korea.

    “Jamur Poison Fire Coral ditemukan di pinggiran Cairns oleh seorang fotografer lokal dan kemudian diidentifikasi oleh para ilmuwan pada Kamis,” ujar James Cook University, dilansir dari AFP, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Beberapa orang telah meninggal di Jepang dan Korea setelah mengira jamur merah api itu merupakan tumbuhan yang dapat dimakan. Selain itu banyak yang mengira jamur ini bisa digunakan dalam pengobatan tradisional, dan diseduh menjadi teh.

    Ahli mikologi dari James Cook University, Matt Barrett, ketika mengonfirmasi identitas jamur beracun yang ditemukan di Australia, mengatakan penemuan itu memperluas penyebarannya.

    Poison Fire Coral adalah satu-satunya jamur yang dikenal memiliki racun yang dapat diserap melalui kulit, dan menyebabkan serangkaian gejala mengerikan jika dikonsumsi. Gejalanya termasuk muntah, diare, demam dan mati rasa.

    Jika tidak diobati, jamur itu dapat menyebabkan kegagalan sebagian organ tubuh atau kerusakan otak yang menyebabkan kematian.

    "Kita dapat menemukan jamur yang khas dan penting secara medis seperti Poison Fire Coral di halaman belakang. Ini menunjukkan bahwa kita harus banyak belajar tentang jamur-jamur di Australia," kata Barrett.

    Ray Palmer, seorang ‘fanatik jamur’ yang menemukan spesimen itu melaporkan kepada AFP bahwa ia telah menghabiskan dekade terakhir untuk memotret berbagai jamur di hutan hujan di sekitar kota asalnya, Cairns.

    "Itu bukan hal yang mengejutkan bagi saya karena saya telah menemukan beberapa hal suka-duka selama bertahun-tahun," tambah dia.

    "Tidak ada satu fotografer pun yang berkeliaran di sekitar hutan hujan di sini memotret jamur. Ada beberapa atau lebih hal yang dapat ditemukan dan mereka mungkin akan ada di tahun-tahun mendatang,” pungkas dia.






    Penulis: Rifqi Akbar



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id