comscore

Seleb TikTok Lari Sambil Berteriak Dengar Tanda Tanah Longsor

Medcom - 15 April 2022 17:05 WIB
Seleb TikTok Lari Sambil Berteriak Dengar Tanda Tanah Longsor
Ilustrasi longsor yang terjadi di Peru. Foto: AFP
Juneau: Seorang konten kreator Alaska, Amerika Serikat (AS) tengah merekam video untuk 170.00 pengikutnya ketika mendengar tanda tanah longsor menuju arahnya.

Perempuan yang dikenal sebagai The Dirty Explorer (@thedirtyexplorer) di TikTok tersebut, sontak berhenti merekam dan mendongak ketakutan saat mendengar tanah longsor mendekat. Ia kemudian segera mengambil teleponnya dan terus merekam saat berlari secepat yang mungkin untuk menyelamatkan diri.
Di tengah video, ia menulis dirinya sempat mengira tanah longsor berhenti atau melambat. Namun suara terdengar semakin kencang, yang berarti longsor utama baru saja dimulai.

Menurut Survei Geologi AS (USGS), suara semacam gemuruh samar atau pohon retak mengindikasikan tanah longsor sedang mendekat. Jika diperkirakan akan terjadi tanah longsor, disarankan untuk meninggalkan lokasi dan lari menjauh dari arah longsor. Barang-barang kepemilikan dapat dinomorduakan.

Jika tidak memungkinkan, dianjurkan untuk melindungi kepala.

Dalam video, @thedirtyexplorer melambaikan tangannya dan berteriak, “Stop!” ke truk yang lewat.

"Setop!" ia berteriak. "Hentikan mobilmu!"

Ia menulis teks pada videonya bahwa truk itu mengarah ke tikungan dengan kecepatan 80,47 kilometer per jam yang akan membuatnya berada di zona bahaya tanah longsor.

“Selang 30 detik dan (saya bisa saja) tewas,” kata sopir truk kepada pengguna TikTok tersebut.

“Saya berlari sambil berteriak sepanjang jalan, asal tahu saja,” jawabnya, seperti dikutip Yahoo News, Jumat 15 April 2022.

Warganet kagum akan reaksi cepat pemilik akun @thedirtyexplorer.

“Pengambilan keputusan yang sempurna,” ucap seorang warganet.

“Seperti inilah naluri bertahan hidup," tulis warganet lainnya.

Dalam unggahan selanjutnya, @thedirtyexplorer memperlihatkan keadaan sesudah tanah longsor dan mengatakan, “Jika Anda berpikir Anda sudah berlari cukup jauh, Anda salah.”

Ia pun menggunakan kesempatan ini untuk membahas perubahan iklim yang diakibatkan manusia yang terus membawa dampak pada masyarakat dunia setiap harinya.

Penelitian terhadap Pegunungan Tinggi di Asia di Tiongkok, Tibet, dan Nepal menemukan keterkaitan antara peningkatan frekuensi dan intensitas curah hujan, yang disebabkan oleh perubahan iklim, dapat menyebabkan lebih banyak tanah longsor di area tersebut. 

Di AS, Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) mengonfirmasi pada 2021 bahwa perubahan iklim bisa memengaruhi curah hujan. Terpantau adanya peningkatan curah hujan lebat sejak tahun 1980-an, yakni ketika hujan atau salju melebihi biasanya. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id