Bumi Telah Kehilangan 28 Triliun Ton Es Sejak 1994

    Willy Haryono - 23 Agustus 2020 20:04 WIB
    Bumi Telah Kehilangan 28 Triliun Ton Es Sejak 1994
    Sekelompok anjing Husky ikut serta dalam ekspedisi di Greenland. (Foto: Steffen Olsen/Centre for Ocean and Ice at the/AFP/Getty)
    Leeds: Total 28 triliun ton es telah menghilang dari permukaan Bumi sejak tahun 1994. Demikian hasil kesimpulan dari penelitian sejumlah ilmuwan asal Inggris yang menganalisis data survei satelit di wilayah Kutub, pegunungan, dan gletser untuk mengukur seberapa banyak es yang hilang akibat pemanasan global.

    Tim ilmuwan tersebut berasal dari Leeds University, Edinburgh University, dan University College London. Mereka mendeskripsikan hilangnya 28 triliun ton es ini sebagai sesuatu yang "mengejutkan."

    Lewat analisis data ini, para ilmuwan khawatir kenaikan ketinggian permukaan air laut dapat mencapai satu meter di akhir abad ke-21.

    "Untuk menempatkan data ini ke dalam konteks, setiap satu sentimeter kenaikan permukaan air laut, maka sekitar satu juta orang di wilayah dataran rendah berpotensi telantar," ucap Profesor Andy Shepherd, direktur Pusat Observasi dan Pemetaan Polar dari Leeds University, dilansir dari laman Guardian, Minggu 23 Agustus 2020.

    Ia dan para koleganya memperingatkan bahwa mencairnya es dalam kuantitas sebesar ini dapat mengurangi kemampuan Bumi dalam memantulkan radiasi sinar matahari ke luar angkasa. Shepherd mengatakan, banyak bongkahan es mencair, dan "laut hitam atau tanah di bawahnya akan lebih banyak menyerap panas sehingga meningkatkan pemanasan global."

    Tidak hanya itu, air dingin dari gletser yang mencair dapat memicu gangguan terhadap kesehatan biologi di perairan Arktika dan Antarktika. Sementara hilangnya gletser di sejumlah wilayah pegunungan dapat menghilangkan banyak sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

    "Dalam beberapa studi terdahulu, peneliti biasanya hanya meneliti area spesifik seperti Antarktika atau Greenland. Tapi kali ini, kami mengamati semua es yang hilang dari permukaan Bumi," sebut Shepherd. "Hasil temuan penelitian ini mengejutkan kami semua," sambungnya.

    Shepherd menambahkan, jumlah es yang hilang dalam penelitian terbaru ini sesuai dengan prediksi grup Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

    Grup yang dipimpin Shepherd mempelajari data survei satelit gletser di Amerika Selatan, Asia, Kanada, dan kawasan lain; lautan es di Arktik dan Antarktika; bongkahan es di Antarktika dan Greenland; dan hamparan es dari pulau utama Antarktika menuju lautan. Studi ini meliputi data satelit yang didapat dari tahun 1994 hingga 2017.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id